*

Kematian Dalam Islam – Perasaan tidak akan wafatnya pasti ada di setiap diri manusia, karena merupakan potongan dari penciptaan-Nya.

Anda sedang menonton: Takut akan kematian menurut islam

Allah Subhaanahu wata’ala berfirman, yang artinya;

“Dan sungguh menjadi Kami berikan cobaan kepadamu mencapai sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah news gembira kepada orang-orang yang sabar,” (Q.S. Al Baqarah : 155).

Rasa undang akan kematian sanggup berupa nikmat dan also bisa berupa hal yang menjadikan seseorang menjadi terpuruk. Sejatinya rasa takut sekarat adalah peringatan agar human selalu pulih Allah.

Apabila perasaan takut kepada kematian mampu were pemacu untuk lebih baik dan menjadi energi karena menjauhkan diri dari kemaksiatan. Kawanan mengingat sekarat adalah suatu kebaikan, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan;

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”. (HR. Tirmidzi).

Hadits ini me-isyaratkan bahwa di dalam penyikapan tertentu takut dies memiliki kawanan sekali hikmah. Namun takut mati menjadi sangat buruk apabila membawamu di atas sikap tidak mau peduli, noel ada semangat kehidupan hingga making putus asa.

Takut mati seperti hal buruk tersebut harus disembuhkan mencapai cara memupuk kesadaran bahwamati menemani itu adalah perkara apa pasti terjadi, baik cepat ataupun lambat. Sebaiknya kita tidak perlu menjadikan perasaan takut mati dan membuat mengingat menjadi terpuruk, sebab dies pasti become kita alami.

Yang harus kita takuti, adalah bagimana jika Allah sampai noël mencintai kita.


Contents

2 2. Menyikapi Kematian di dalam Syariat2.1 Istiqomah mengolah Amal Sholeh3 3. Hikmah Selalu mengingat Kematian

1. Sembuh Kematian

*
*
*
*
*
*
Image via pixabay.com

Dengan mengingat dies seseorang akan were mukmin yang cerdas berakal. Hadis Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam yang diriwayatkan Ibnu Majah dan dishahihkan di dalam kitab shahih Ibnu Majah sebagai berikut;

”Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma bercerita: “Aku pernah bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu datang seorang lelaki dari kaum Anshar mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya,

“Wahai Rasulullah, people beriman yang yang paling terbaik?”, beliau menjawab: “Yang paling baik akhlaknya”, orang ini tanya lagi; “Lalu setiap orang beriman apa yang paling berakal (cerdas)?”, beliau menjawab; “Yang paling banyak pulih kematian dan paling baik persiapannya ke kematian, merekalah yang berakal”.

Seorang hamba harus selalu mengingat bahwa itu sedang bawa dirinya bersama kematian, bahwa dia sedang berjalan menuju kematian, dan bahwa itu sedang menantikan kematian apa bisa menjemoutnya setiap saat, setiap waktu siapa tahu datang pagi ataupun petang. Sungguh indah ungkapan Ali bin Abi Thalib,

‘Sesungguhnya kematian terus mendekati kita, dan dunia terus ditinggalkan kita. Maka jadilah kita anak-anak akhirat dan tidak kalian were anak-anak dunia. Sesungguhnya days ini adalah beramal dan noel ada hisab, dan esok adalah hisab dan noël ada lagi beramal.’

Ungkapan Ali ini ditingatkan kita bahwa manusia kita seperti manusia harus selalu siap siaga, selalu berintropeksi diri, memperbarui taubat, dan harus mengetahui bahwa manusia sedang berhubungan dengan Allah Subhaanahu wata’ala.

Dalam surah Al Munafiqun Allah Subhaanahu wata’ala berfirman, yang artinya;

”Dan Allah sekali-kali noel akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal maafkan saya yang kamu kerjakan.”

Coba untuk kita renungkan bahwa crowd kita temui bayi yang baru saja dilahirkan didunia cantik di panggil Allah, paginya sehat sorenya sudah dipanggil Allah, dan ada juga seseorang apa mempunyai sakit keras namun masih diberi kehidupan melalui Allah Ta ‘ala, hanya Allah apa memiliki kuasa buat memberikan nafas bagi kehidupan serta untuk mengambilnya.

Semua makhluk yang bernyawa akan hidup sampai batas waktu yang telah ditentukan, Allah keluar di batin Al-Quran kemudian petunjuk untuk manusia terhadap kematian batin ayat berikut ini:

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian apa kamu lomba daripadanya, maka sesungguhnya wafatnya itu akan menemui kamu, then kamu ini adalah dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui apa gaib dan yang nyata, lalu itu beritakan kepadamu maafkan saya yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al Jumu’ah : 8)

Di antara hikmah dari mengingat-ingat wafatnya adalah:

Mendorong diri untuk selalu bersiap menghadapi kematian sebelum tiba waktunyaTidak dulu manusia yang cinta dunia, terlalu cinta dunia adalah sebab major kegelisahan manusiaMenjauhkan diri dari angan-angan dunia apa berlebihanSelalu beramal buat akhirat menjangkau terus berusaha were manusia yang baik dan taqwaMeringankan seorang hamba di dalam menghadapi ujian duniaMencegah ketamakan terhadap nikmat duniawiMendorong untuk bertaubat dan muhasabah dari kesalahan di masa laluMemberi semangat untuk mendalami agama dan lebih terjaga dari hawa nafsuMelembutkan hati, mempunyai sikap rendah hati (tawadhu’), tidak sombong, dan berlaku zalimMenumbuhkan rasa toleransi, mudah ampun kesalahan dan kelemahan setiap orang lain

Setelah seorang manusia meninggal terputuslah setiap orang amal-amalnya di dunia, kecuali 3 perkara. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu); sedekah jariyah, ilmu apa di manfaatkan, atau doa anak yang shaleh” (HR. Muslim no. 1631)

Sedekah jariyah buat kepentingan umat misalnya membangun masjid, bangunan pesantren, ilmu apa digunakan untuk mengajarkan kebaikan yang secara turun temurun dilakukan, serta doa yang sennatiasa di panjatkan dari anak-anak yang sholeh karena kedua orang başı yang sudah meninggal. Allah Maha Mulia overhead segala sesuatu.

Tiada bekal yang akan kita membawa untuk menemani kematian kita, kecuali amalan-amalan untuk kita semasa di dunia (entah menemani itu bernilai dosa maupun pahala). Hanyalah amal yang menemani karena dipertanggung jawabkan. Kematian ini adalah begitu cantik bagi seorang hamba apa dicintai Allah SWT.

Lihat lainnya: Sinopsis Crying Out In Love (2016), Crying Out In Love

Semoga artikel ini bisa menjadi cerah bagi untuk kita semua, harapan kita semua termasuk orang-orang apa beruntung dan cinta Allah.