Bandung - TemanBaik, dalam euforia hari Musik Nasional 9 Maret kemarin, kreator musik tanah Air unjuk ekspresi apa beragam. Secara umum, kata 'maju terus' menjadi harapan para insan musik di manapun mereka bergerak. Namun, tak sekadar selebrasi, Kompetensi teknologi di sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 10 punya misi cukup geram dan menantang batin kemajuan industri musik negara Air: cetakan musikus yang "siap bermusik" di manapun dan kapanpun. Sebagai apa maksudnya? Yuk! kita simak penjelasannya.

Anda sedang menonton: Smkn 10 bandung jurusan musik

buycia2.com berkesempatan karena mengunjungi aktivitas belajar teori di Jurusan artian Musik SMK Negeri 10 Bandung. Pengajar gitar di Jurusan artian Musik SMK Negeri 10 Bandung, Edy Hartono menyebutkan, hadirnya jurusan ini adalah untuk menciptakan insan musik apa punya kompetensi di bidang musik sesuai kebutuhan industry dari zaman ke zaman.

 "Tuntutan SMK itu cetakan SDM di field tertentu supaya sudah kerja sesuai dengan 'pasarnya', Jurusan artian Musik di itupenggunaan itu di atas akhirnya lanskapnya pasar apa dimaksud (untuk konteks musik) dan itupenggunaan coba jajaki," ujar Edy kepada buycia2.com.

Lulusan dari Kompetensi tehnik SMK Negeri 10 ini dicetak untuk bisa memainkan types musik apapun tidak punya perlu malalui proses workshop. Artinya, jika untuk kita memerlukan bagian hiburan musik untuk beberapa kegiatan, seperti misalnya acara pernikahan, nantinya lulus dari sekolah ini bisa menyediakan jasa main musik dalam bentuk ansambel combo hanya dengan melafalkan partitur musiknya.

Edy beranggapan, teknologi tersebut belum tentu hatim oleh setiap orang lain, meski bisa kehadiran vendor live music mulailah menjamur di Bandung, namun kualitas sajian musik itulah yang diupayakan hadir dari pemusik lulusan Komli artis Musik SMK Negeri 10 Bandung ini.

*

Untuk mencapai periode tersebut, Edy merancang beberapa materi ajar yang mencakup disiplin ilmu siswa-siswinya. Materi ajar apa merujuk di ~ regulasi dari Kemdikbud tersebut dibaginya dulu beberapa potongan antara go C1, melingkupi sosialisasi, komunikasi digital, tinjauan artian dan dasar-dasar kreativitas, C2 yang merupakan program teknologi tata pentas, dasar penguasaan instrumen dan doktrin musik, dan C3 apa mencakup kompetensi tehnik instrumen basis ansambel, serta musik teknologi yang memiliki output rekaman.

"Kelas 10 menyertainya diajarkan dulu dasar-dasarnya. Di kelas 11, siswa diarahkan untuk memperdalam mengajar musik, dan di kelas 12 mereka menjadi mahir bermain musik sesuai kebutuhan industry dan also bisa perhatikan musiknya jika siswa ini mau berkarya pas pada saat kemudian tamat sekolah," paparnya.

Selain itu, portfolio apa dimiliki Komli artian Musik SMK Negeri 10 antara go Produk Kreativitas Kewirausahaan antara lain hasil pemasukan musik dan perkira musik atau showcase. Adapun yang were fokus pembelajaran di Komli ini merupakan artian Musik Populer. Lagi-lagi, Edy menekankan, artis musik populer apa dipelajari melalui siswa-siswinya adalah untuk memenuhi kebutuhan kecenderungan industri. Saat ini, sebagian orang bisa menyadari industri musik di ranah hiburan saat acara pernikahan, ulang tahun, gathering, ataukah bahkan seperti sub-divisi di beberapa program acara di stasiun kereta televis1 sedang berkembang. Edy penampilan divisi-divisi tersebut yang were lahan pekerjaan bagi lulus Komli seni Musik SMK Negeri 10.

*

Kendati demikian, tangani itu berkarya ini adalah sangat baik bila dilakukan melalui siswa-siswinya. Namun, Edy tak menutup mata menjangkau perlunya regenerasi musikus di kemudian hari. Namum, ia back pada motto sekolah Menengah Kejuruan itu sendiri, apa mana SMK memang dihadirkan buat mencetak lulusan sudah kerja.

Baca Ini juga Yuk: Peran Merchandise sebagai 'Bahan Bakar' Musisi negara Air

"Berkarya menemani itu bagus. Saya dukung murid-murid saya yang berkarya. Tapi ini menggoreng lagi ke fungsi SMK itu buat dunia kerja. Kalau usai lulus, anak-anak mau berkarya memiliki itu bagus. Tapi setidaknya, saat mereka mentok, mereka enggak pergerakan di luar field musik untuk sudah 'siap pakai' buat kerja sesuai bidang pendidikannya,” papar Edy.

Program pergerakan Lapangan di Komli seni Musik SMK Negeri 10 Bandung pun bisa dibilang dingin unik. Jika program PKL dari SMK umumnya memenuhi bengkel, perhotelan, atau mungkin industri kuliner, maka Komli SMK Negeri 10 Bandung menyalurkan siswa-siswinya untuk praktik sekaligus belajar di industry musik langsung. Panggilan saja di pemfitnahan kafe di Bandung kemudian Bober cafe atau segmen musik di pop Hotel, Bandung apa mana sesi live musiknya mulailah diisi oleh siswa-siswi Komli artis Musik SMK Negeri 10 Bandung.

Selain itu, menjanjikannya pilihan bisnis home recording dilirik malalui Komli SMK Negeri 10 Bandung untuk menyalurkan siswa-siswinya berpraktik di sana. Panggilan saja sub-sektor musik di Bandung creative Hub, apa belakangan ini menjadi tempat magang buat anak-anak artis Musik. Jika di mayoritas kafe, mereka dominan kemudian penyaji, maka di Bandung an innovative Hub, siswa-siswi Komli SMK Negeri 10 ini akan crowd berlatih seputar musik teknologi atau rekaman studio.

Tantangan di days Musik NasionalBerbincang seputar days Musik Nasional, Edy tak begitu konsen di atas euforia perayaannya. Sebab menurutnya kerumunan tantangan dalam form para pubertas ini dulu insan musik yang bisa member kontribusi positif karena kemajuan industri musik negara Air. Deviasi satunya adalah form attitude siswa-siswinya agar dulu musikus yang tak sekadar piawai bermusik saja ketika cantik terjun nanti dunia panggilan kelak.

"Percuma jago, tapi enggak bisa berkomunikasi kesamaan tim, sering terlambat hadir. Kan bayi banget ya," ujar Edy.

Selain pembangunan karakter, yang were fokus Edy adalah membawa Komli seni Musik SMK Negeri 10 Bandung karena 'keluar kandang'. Menurutnya, Komli artis Musik ini dulu satu-satunya sekolah Menengah Kejuruan mencapai Kompetensi Keahlian seni Musik diperpanjang di Jawa Barat, namun eksistensinya tak begitu diketahui publik. Ia kerap dirasakan miris saat hendak mengajukan program magang nanti salah satu kafe di Bandung, lalu pemilik kafe-nya baru untuk mengetahui kalau di Bandung ada sekolahnya Menengah Kejuruan menjangkau jurusan artis Musik.

Tantangan ini perlahan mulailah ditaklukkan melalui Komli artian Musik SMK Negeri 10, salah satunya adalah dengan banyak menempatkan siswa-siswinya untuk bermusik di berbagai kegiatan apa membutuhkan industry tersebut.

Selain itu, pembangunan infrastruktur promosi melalui media digital awal digerakkan Edy bersama pasukannya, sesama pengajar di Komli artian Musik SMK Negeri 10, deviasi satunya dengan membuat akun media sosial dan YouTube yang menyajikan karya-karya dan teknologi siswa-siswinya agar sanggup dilihat lebih crowd orang lagi.

"Enggak bisa dipungkiri, sekarang zamannya YouTube memiliki saya kira. Semua people kalau nyari apa-apa (referensi), kebanyakan nge-YouTube. Saya pengen lewat kanal YouTube ini, orang apa nyari musikus 'siap tempur' bisa ~ liat investment portfolio anak-anak kita,” ujar Edy. Portfolio yang dimaksud itu bisa ~ kamu saksikan di kanal YouTube Asik Sepuluh Official.

Di sisi lain, siswa-siswi Komli artis Musik SMK Negeri 10 Bandung juga berharap mereka tak just keluar sebagai musikus pengiring saja. Lebih dari itu, mereka mau memberi kontribusi kebenaran berupa karya musik apa bisa meramaikan industri musik tanah Air. Sebut saja Muhammad Adrian Firmansyah (15). Siswa apa memilih saksofon kemudian instrumen basis di sekolah ini harapan ia mungkin punya karya solo sendiri.

"Jelas. Saya pengen mungkin punya songs sendiri juga. Tapi, apa jelas sih bisa hidup dari musik," ujarnya kepada buycia2.com.

Lain mencapai Adrian, Alif Faisa Ardy justru ingin jadi anak band yang punya karya sendiri. Menurutnya, were pengiring musik memang memungkinkan tiap orang buat mendapat job tiap minggunya. Akan tetapi, ia become sangat bangga bila ia dan bandnya mempunyai karya, terlebih sanggup dikenal oleh kerumunan orang. Alif mengabadikan instrumen mengurung gitar di Komli artian Musik SMK Negeri 10 Bandung.

Lihat lainnya: 20 Inspirasi Ucapan Untuk Ulang Tahun Pacar Bulan Oktober, Gambar Kata Kata Ultah Untuk Pacar

"Bangga pasti kalau punya karya sendiri. Apalagi kalau karyanya didengerin kerumunan orang," ujarnya.

Sebagai insula tambahan, Komli SMK Negeri 10 tiap tahunnya meluluskan para musikus bocah dan 'siap tempur' sekira 60 siswa. Wah menarik juga ya! Lalu, maafkan saya harapanmu karena industri musik tanah Air usai depannya?