SEA gamings 2013 layaknya mulailah titik bersinar sepakbola Thailand dan drama yang hampir mirip untuk timnas Indonesia diatas AFF Suzuki Cup 2016.
melalui FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitter

Pertemuan Indonesia dan Thailand diatas final sepakbola kejurnas Asia Tenggara ndak hal apa langka. Sebagaimana keduanyamemang merupakan tim kokoh di kawasan tersebut.

Anda sedang menonton: Sepak bola sea games 2013

Kedua tim last bertemu di final yang terjadi tiga five lalu pada ajang SEA gamings di Myanmar. Meski ajang tersebut setiap tim diwakili timnas U-23, namun bisa dibilang period itu adalah titik terang dari sepakbola Thailand dimulai.

Generasi jebolan SEA games 2013 diakui Kiatisuk Senamuang kemudian generasi terbaik yang lahir buat sepakbola Thailand. Kiatisuk sendiri mengawali industri kepelatihan untuk negaranya di atas masa itu, dan segera mempersembahkan emas.

*

Mayoritas pemain timnas Thailand diatas AFF Suzuki Cup 2016 merupakan jebolan SEA gamings 2013. Sementara untuk timnas Indonesia, beberapa pemain timnas an elderly saat ini juga membelaGaruda Mudadan tabrakan dengan Thailand di final itu.

Kurnia Meiga, Andritany Ardhiyasa, Manahati Lestusen, bayu Gatra dan Andik Vermansah adalah mereka apa akan bagian belakang bertemu Thailand di last nanti.Setelah tiga tahun lalu rindu mendapatkan emas karena dibungkam Thailand U-23, satu gol tanpa balas.

*

Ada kemiripan dari bepergian timnas U-23 di atas SEA gamings 2013 dan timnas senior diatas AFF Suzuki Cup 2016 ini. Timnas U-23 yang tentu saja itu berpendidikan Rahmad Darmawan bukan memanggang tim yang 'layak' untuk lolos dari fase grup nanti semi-final.

Timnas U-23 mampu membuka turnamen dengan menang 1-0 atas Kamboja, namun kemudian dibababat Thailand U-23, 4-1, di laga kedua. Diatas partai ketiga, memenangi mudah yang diharapkan terjadi overhead Timor Leste tak terjadi.Garuda Mudamalah imbang tidak punya gol.

Laga pengentasan grup menghadapi myanmar U-23 berpihak karena timnas U-23. Skor kurusu 1-0 lewat tendangan penghukuman Alfin Tuasalamony siap cukup mengantar timnas U-23 mendampingi Thailand U-23 nanti semi-final. Lucunya, timnas U-23 diuntungkan sistemhead-to-headatas myanmar U-23.

Pelatih myanmar U-23 kala itu, Park Sung-hwa,pun tak untuk mengetahui terkait asetnya tersebut, juga seisi ruangan jumpa pers pun tidak sadar bahwa timnas Indonesia lah yang lolos ke akhirnya dikonfirmasi melalui pihak penyelenggara. Park pun terdepak dari tumpukan kepelatihan kurang dari 24 jam kemudian.

Timnas senior, diatas AFF Suzuki Cup ini, memang layak bisa melangkah sejauh ini. Setidaknya, anda akan berkata kemudian itu meski sebelumnya bisa ragu buat menempel semoga terlalu tinggi.

Thailand jadi lawan timnas senior di laga pembuka grup, dan mereka terlalu kuat untuk Boaz Solossa cs sehingga sanggup mengakhiri laga dengan menang 4-2. Sejalannya turnamen, ternyata itu ndak hasil yang buruk selama lawan anda adalah Thailand. Buat hanya timnas Indonesia apa bisa membobol gawang timGajah Perang.

*

Semi-final SEA games 2013 full drama, drama adu penalti yang membuat Kurnia Meiga enim aktor protagonis untuk mampu does penyelamatan. Sementara AFF Suzuki Cup ini, drama ada di leg kedua semi-final menangkal Vietnam di Stadion mine Dinh. Tak perlu ditulis ulang. Memulangkan tenaga bila diingat.

Akhirnya sampai di atas laga pamungkas, timnas U-23 dan Thailand U-23 memperebutkan emas di partai final. Hitung-hitungan kotor bukan tak mungkin timnas Indonesia kembali dibombardir Thailand U-23 such saat panggung grup. Namun ternyata hal itu salah, final adalah bab berbeda dan timnas U-23 pun belajar dari pengalaman.

Walau akhirnya, militer lah pemain Thailand U-23 apa dikalungi medali emas di di atas pertandingan berkat gol Sarawut Masuk diatas menit ke-22. Namun secara keseluruhan, pertandingan tak nampak beda kelas, juga timnas U-23 benar-benar bisa menekan Thailand U-23 demi menciptakan gol penyama hingga beranjak pertandingan.

*

Rahmad Darmawan yang pernah merasakan final kontra Thailand U-23 di ~ tiga lima lalu pun tak mau timnas senior setelah itu merasa kalah kelas dari Thailand apa saat ini disebut sebagai nomor satu di Asia Tenggara. Percaya diri enim kunci, selain akun itu pelatih apa karib disapa RD tersebut dingin hafal gaya key Thailand.

“Saya rasa kans besar buat menang. Kemiripan dulu waktu saya menghadapi mereka di SEA Games. Kita bisa kontrol melawan tim apa saat ini, karena mayoritas pemain noel berubah. Saya rasa noël ada yang perlu ditakutkan penuh sesak dari Thailand,” ungkap pelatih T-Team itu.

"Thailand dan Vietnam punya cara main apa mirip tapi organisasi bermain Thailand lebih dewasa dan berbahaya karena ada dua full-back (bek sayap) yang help serangan. Ini perbedaan dengan Vietnam yang mengandalkan dua flank (sayap)," ungkap RD.

Lihat lainnya: Cara Merawat Rambut Dengan Minyak Zaitun, Tips Menumbuhkan Rambut Dengan Minyak Zaitun

“Saya pemandangan Thailand timnya matang sekali batin menyerang. Dukungan dari lini belakang melalui full back-nya bahaya sekali. Thailand lemah sekali kalau kita pakai strategi serangan balik,” tukasnya.