Puisi untuk Almarhum Ayah – Sosok ayah merupakan orang yang sangat berjasa di dalam hidup kita. Selain sebagai orangtua, dia juga ialah laki-laki yang senantiasa memenuhi segala kebutuhan kita dan keluarga sejak kecil.

Anda sedang menonton: Puisi untuk orang tua yang sudah meninggal

Kepergian seorang ayah tentunya dulu suatu cobaan yang amat memuat bagi kita kemudian anaknya. Banyak cara seseorang batin mengekspresikan rasa sedih dan rindu terhadap sosok sang ayah, deviasi satunya oleh Puisi merindukan Ayah yang sudah saya rangkum di bawah ini.


Berbicara mengenai ayah, merupakan orang apa wajib kita hormati, hargai dan sayangi sesudah ibu. Implisit pula pendidik duluan kita apa mengajari kerumunan hal, mulailah dari kita melakukan hingga dewasa. Sehingga, wafatnya beliau ini adalah membuat kita begitu inibutuh dan terpukul.

Kerinduan terhadap sang ayah selagi ia cantik meninggal, pastinya akan selalu menghantui pikiran kita sampai kapanpun. Nah, untuk itulah, Puisi karena Almarhum Ayah sedih dibawah ini saya rangkum khusus buat kalian semua, apa kini telah ditinggal melalui sosok ayah untuk selama-lamanya.

Saya berharap, Kumpulan Puisi Doa untuk Ayah dan tema lainnya di bawah ini bisa mewakili perasaan, pengekspresian rasa untuk melepaskan dan kasih bayi kita kepada beliau. Baiklah, segera saja simak beberapa koleksinya under ini dan harapan bermanfaat.


Daftar content Bacaan :


Puisi untuk Almarhum Ayah Tersayang

Puisi buat Almarhum Ayah

Berjalan Tanpamu

Kususuri senja hari ini,Menatap setelah arah matahari,Namun ia perlahan pergi,Tinggalkanku seorang diri.

Pagi tiba mencapai suryanya,Pancarkan cerahnya cahaya,Belum setelah ku sapa,Ia berburu meninggi saja.

Kenapa?Kenapa semua tretan tiba-tiba?Kenapa kecantikan tak bertahan lama?Kenapa segenap berlalu begitu saja?

Semua chapter berubah gundah,Semenjak kepergian ayah,Semua halaman berubah sepi,Semenjak ayah tak lagi di sini.

Kadang,Aku tanya pada diri,Sanggupkah aku berjalan sendiri,Menjalani kehidupan tanpamu di sini?

Yah,Aku merindukanmu,Sangat rindu temu denganmu,Duduk berdua didekatmu.

Puisi buat Ayah yang Tak Pernah Bertemu

*
Bisnis.com

Aku Iri

Hari ini,Aku lanskap ayah dan anak laki-lakinya berlari,Bermain mencapai ceria dan senang hati,Seperti tak ada beban dalam diri.

Keesokan harinya,Kulihat ayah dan anaknya,Mereka saling bercengkrama,Diiringi pecahnya gelak tawa.

Kemarin,Lagi-lagi kulihat hal apa sama,Ketika seorang ayah dan anaknya,Belajar dan play bersama.

Ya Tuhan,Aku iri dengan keadaan,Berat menghadapi kehidupan,Apalagi pikiran masa depan.

Ya Tuhan,Biasakah aku seperti mereka ?Mendapat dukungan dari ayahnya,Kasih sayang dan kekasih darinya ?

Ayah,Dimanakah kau berada?Tak inginkah kau bersua ?Dengan anakmu walau sekejap saja?

Ayah,Aku tak pernah melihatmu,Setiap aku hati merindu,Untuk bisa temu denganmu.

Puisi Doa untuk Ayah

Kutadahkan Tangan

Ku tenaga di malam pekat,Ingatanku begitu kuat,Berbekal setiap orang niat,Kulaksanakan shalat dua rakaat.

Sembari dibanjiri air mata,Kukirim padamu sepucuk do’a,Untukmu ayahku tercinta,Yang kini berada di Surga.

Suasana keian diam,Aku bersimpuh di dinginnya malam,Cinta padamu takkan padam,Rindu padamu semakin tajam.

Ya Tuhan,Jagalah ayahku mencapai kasih-Mu,Lindungi dialah dengan Rahmat-Mu,Jauhkan dialah dari siksa-Mu.

Ya Tuhan,Berikan aku ketabahan,Untuk menjalani kehidupan,Dan menggapai masa dokter impian.

Puisi rindu Ayah Di Surga

*
Hipwee.com

Kerinduan yang Pekat

Kala mentari perlahan tergelincir,Aku kembali menyingkap tabir,Mengingat lembaran takdir,Tentang kebersamaan apa berakhir.

Aku teringat setiap orang tentangmu,Tentang senyum dan gelak tawamu,Teringat segala nasihatmu,Yang selalu menyentuh kalbu.

Ayah,Pada siapa another aku bertanya,Tentang hal-hal yang tak dapat ku terka,Tentang segala kebutaan apa aku punya.

Ayahku tercinta,Tenanglah engkau di alam sana,Berbahagialah kau di surga,Jangan khawatirkan aku di dunia.

Ayah,Kerinduan apa ada kian pekat,Ingin terlalu banyak wajahmu ku lihat,Meskipun hanya sekilat.

Puisi buat Almarhum Ayah Tercinta

Setiap malam sebelum terlelap,Ada rasa bergelora pengap,Menusuk hati di markas besar gelap,Jiwa yang tak bisa another aku tangkap.

Aku selalu teringat,Tentang semua apa terlewat,Semua kenangan yang melekat,Ikatan kekasih nan amat kuat.

Padamu wahai ayah,Selalu terbayang kapan lelah,Semua perjuangan tak lagi mudah,Kujalani mencapai bersusah payah.

Semenjak kau pergi,Malam menjadi sepi,Hening hingga pagi kembali,Tak ada lagi apa menghibur diri.

Cerita-cerita tak lainnya kudengar,Setiap malamku terasa hambar,Meski tak another kudengar kabar,Namun cintaku takkan pernah pudar.

Puisi gagal Almarhum Ayah

*
Sijai.com

Kenangan Denganmu

Dulu, aku hanyalah anak laki-laki kecil,Suka nakal dan actions tengil,Tiba-tiba kau mendatangi memanggil,Sontak berikan kecupan kecil.

Dulu, aku tak tahu apa-apa,Sebelum ajari semuanya,Bagaimana berjalan dan berbicara,Hingga aku di atas dewasa.

Kini, alles berubah,Kenapa kau pergi, wahai ayah?Kini, hatiku selalu gundah,Tersayat pilu tak untuk mengetahui arah.

Mengingat masa-masa denganmu,Hanya itu yang kuulangi selalu,Entah while semua ini berlalu,Aku sangat merindukanmu.

Ayah,Lihatlah aku, aku siap dewasa,Aku berdiri menegakkan kepala,Melihatmu yang ada di surga.

Puisi karena Almarhum Ayah Tersayang

Siapapun pasti become merasa sedih kapan ditinggal malalui orang apa ia cintai, apalagi orangtua yang telah pertarungan membesarkan kita dari darimana masih kecil. Luapan emosi nyeri akan selalu membara ketika pulih sosok mereka apa telah pergi.

Berikut, beberapa gallery Lainnya dari Kumpulan Puisi untuk Almarhum Ayah tersayang :

Kenangan Dan Cerita

Tanpa ayah disisiku,Aku sadar badai pasti berlalu,Aku kenal aku mampu,Dalam menggapai semua impianku.

Namun dengan tegas saja,Semua kenangan dan cerita,Yang tercipta diantara kita,Selalu mengundang waiting mata.

Waktu terus berputar,Namun ingatan takjin memudar,Kulalui segenap dengan sabar,Kuhadapi menjangkau jiwa apa tegar.

Ayah,Kini tale telah usai,Tinggal kenangan tak terbengkalai,Kan ku mengingat hingga usia usai.

Melukis Bayangmu

Mentari saya tenggelam diiringi gerimis,Ciptakan senja apa amat manis,Namun hati masih miris,Dikoyak kenangan hingga teriris.

Setiap petang menjelang,Wajah ayah selalu terbayang,Kulukis bayangmu dengan tenang,Berharap selama-lamanya semua kenangan.

Ayahku, kau selalu dalam hati,Meskipun engkau telah pergi,Namun dicintai di dalam hati,Akan selama-lamanya hingga nanti.

Biar aku berjalan sendiri,Menghadiri setiap orang seorang diri,Berbekal nasihat darimu terpatri,Untukku jalani jalani sepanjang hari.

Baca juga : Puisi untuk Almarhum Adik

Anak apa Malang

Aku masih di sini,Di tepi pusaramu ini,Sedih dan terus meratapi,Engkau yang telah pergi.

Sungguh tak aku sangka,Semua kan berlalu begitu saja,Semua kenangan dan cerita,Lenyap mencapai tiba-tiba.

Ayah,Kini kau terbaring di di dalam sana,Selesai sudah semuanya,Masamu di alam dunia.

Tinggallah kami tanpamu,Yang pasti akan untuk melepaskan padamu,Entah ketika sedih berlalu,Aku tak tahu.

Usai Sudah

Yah,Kini setiap orang telah musnah,Kenangan berakhir sudah,Yang kembali ke belakang hanyalah gundah.

Yah,Engkau telah pergi,Tak akan pernah kembali,Kita takkan berjumpa lagi.

Wahai ayah,Ada untuk melepaskan di sini,Terpatri dalam hati,Menggerutu tiada henti.

Yah,Aku ingin bertemu denganmu,Meski just dari tidur malamku,Datanglah, peluklah aku.

Puisi untuk Almarhum Ayah

Saat ini,Aku bukan bocahmu lagi,Aku sudah dewasa sekali,Dan sudah bukan anak-anak lagi.

Yah,Di usiaku yang sekarang,Aku butuh teman berjuang,Menghadapi halang rintang.

Ketika aku butuh akanmu,Kemanakah dirimu?Tidakkah kau ingin melihat anakmu,Yang berjuang setiap waktu ?

Yah,Meski aku tahu kita takkan pertemuan lagi,Izinkan aku memeluk bayangmu,Menyebut namamu di setiap doaku,Sepanjang waktu.

Baca juga : Puisi karena Almarhum Ibu

Pria Terbaik

Ayah,Kaulah pria terbaik,Yang pernah aku kenal,Sepanjang hidupku.

Kaulah pelita dalam gelap,Pengusir sepi di malam senyap,Pemberi segenal harap,Kaulah dinding dan atap.

Ayah,Kau menjelma enim pahlawan,Di sepanjang aku berjalan,Temani aku batin perjuangan,Untuk mencapai masa depan.

Ayah,Kini kau telah pergi,Tinggallah aku meratapi diri,Karena kehilanganmu di sini.

Terima Kasih Ayah

Kini ragamu telah hilang,Abadi batin pembaringan,Usai sudah semua perjuangan,Berakhir setiap orang perjuangan.

Kini, aku seperti anakmu,Meneruskan perjuanganmu,Menjadi laki-laki penepis ragu,Yang datang untuk membelenggu.

Ayah,Tenanglah kau di batin sana,Semoga Allah always menjaga,Dan menempatkanmu di di dalam surga.

Terlalu Cepat

Segenap sedih belum berlalu,Masih teringat saat kepergianmu,Semua luka dan pilu,Berkumpul dulu satu.

Engkau orang yang aku cintai,Mengakhiri judul di sini,Entah apa yang ini adalah terjadi,Aku tak kenal dan belum mengerti.

Ayah,Mengapa begitu cepat kau pergi,Meninggalkan aku sendiri,Biarlah, biar aku menghadapi semua ini.

Lihat lainnya: Laki Laki Yang Baik Untuk Perempuan Yang Baik, Wanita Baik

Demikianlah, ulasan kilade kali ini Kumpulan Puisi untuk Almarhum Ayah Tercinta apa telah tiada. Semoga jadwal acara di atas sanggup bermanfaat dan dulu referensi kepala bagi kita semua, karena bisa unjuk rasa tercinta dan merindukan kepada sosok ayah apa telah meninggal. Terima kasih.