Djoko nugroho mengatakan meski Kabupaten Blora luaran populasi sapi terbanyak, namun untuk kualitas ndak yang terbaik. Menurutnya, sapi-sapi di Blora hanya sebatas hewan peliharaan saja.
“Sapi harus di jaga dan di beri pakan yang memenuhi nutrisi di ~ kebutuhan sapi.” Kata Bupati djoko Nugroho.

Anda sedang menonton: Peternakan sapi di jawa tengah


Bupati mengungkapkan warga Blora apa memelihara sapi harus dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki melalui sapi-sapi peliharaanya itu, mencapai cara curam kualitas ternaknya, melalui pemberian pakan yang memenuhi kebutuhan nutrisi sapi.
Lebih lanjut, Kokok sapaan akrab djoko Nugroho menyampaikan bahwa ada 6 desa di Kabupaten Blora apa mendapatkan bantuan ternak sapi dari Kementeria Desa RI (Kemendes). Diharapkan, menjangkau adanya bantuan ini, desa-desa tersebut akan dulu cikal-bakal bisnis ternak sapi di Kabupaten Blora.
“Enam desa yang mendapat bantuan sapi saya harap bisa were percontohan untuk perternakan sapi,” ujarnya.
Bupati Blora harapan Kepala dinas Peternakan dan Perikanan kabupaten Blora mungkin memberikan pendampingan kepada para peternak tetang cara pembayaran sapi dan pembuatan makanan ternak apa baik, sehingga dapat hasilkan sapi-sapi yang berkualitas.
“Kalau sapi-sapi berkualaitas, tentu akan help perekonomian warga, melalui sebab itu tentu saja perlu adanya pendampingan tentang pemeliharaan sapi dan papan ternak apa baik,” kata Bupati.
Untuk memajukan sektor peternakan, bupati mengatakan bahwa patuh ada mahasiswa KKN dari IPB Bogor maupun Fakultas Peternakan UGM yang berbaring ke desa-desa yang memiliki potensi ternak sapi.
“Adanya mahasiswa KKN di desa, tentu saja memiliki hasil agar para peternak diperoleh ilmu dan inovasi-inovasi bidang peternakan yang baru.” ujarnya.
*
Perbesar
Kepala Disnakikan Blora, Ir wahyu Agustini SE MSi mengungkapkan bahwa mencapai adanya program upaya spesialisasi sapi indukan delegasi bunting (upsus siwab) dari otoritasnya Pusat, jumlah populasi sapi potong di Kabupaten Blora mengalami muka hingga sepuluh persen. Jumlah sapi potong di Kabupaten Blora saat ini mencapai angka 231.045 ekor dan merupakan yang terbanyak se Jawa Tengah.
Menurutnya, Ini menjadi bukti bahwa Blora memberikan andil besar di dalam menyukseskan programme upsus siwab yang diberikan otoritasnya Pusat. Buat tahun 2018 ini target Upsus Siwab sebesar 100.000 akseptor, mencapai realisasi sampai dengan di atas September 2018 ini cantik mencapai 100% atau selesai.
“Pada five 2018 ini kita meminta penugasan tambahan untuk Oktober hingga Desember 2018 sebesar 36.000 dan disetujui sebesar 28.000,” terang wahyu Agustini.
Terlepas dari itu, dirinya persyaratan maaf kepada peternak, karena pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) berutang sempat mengalami keterlambatan pasokan straw atau semen beku hingga empat kali akibat adanya upgrading bull (peremajaan bull), yang berpengaruh terhadap making semen kemudian bahan baku straw ataukah semen beku.
Kepala Disnakkeswan Jateng, Ir agus Wariyanto SIP MM dirasa senang dan bangga dengan sasaran program upsus siwab di Kabupaten Blora. Pihaknya pun mengakui bahwa Blora merupakan daerah penghasil bakalan sapi potong terbesar di Jawa Tengah.
”Blora apa dikenal wilayah kering ternyata mempunyai potensi peternakan sapi apa luar biasa. Jumlahnya terbanyak di Jawa Tengah, disusul Grobogan dan Wonogiri. Kami akan terus menyokong dan memfasilitasi agar pada saat kemudian sapi-sapi di Blora ini bisa ditanam dengan baik,” kata Ir agus Wariyanto SIP MM.

Lihat lainnya: Lirik Lagu Sakit Nya Tuh Disini Dinyanyikan Oleh Cita, Cita Citata


Tidak hanya di Jawa sentral saja, agus Wariyanto tambahan berharap Blora bisa menjadi pemasok bakalan sapi potong untuk wilayah Jawa Timur. Terlebih letak geagrafis Blora berbatasan langsung dengan Jawa Timur.
”Mulai tahun 2019 setelah itu kami become memprogramkan membuat wilayah kluster-kluster peternakan sapi yang akan terus didampingi karena menjadi percontohan. Tentu saja Blora noël akan terlewatkan. Kami minta para peternak di Blora karena terus giat dan semangat perawat sapi-sapinya,” tuturnya. (teg/imm)