Andi Cahya Saputra (31) bersama anaknya, bayi Google dan kakaknya, Kinanti Jelitha di kediamannya di gang Jereng, Rawalumbu Bojong, Rawalumbu, Bekasi. Foto: Maulana Ramadhan/buycia2.com
Seorang bayi yang tinggal di Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial. Alasannya, karena sang ayah memberinya nama belakang yang cenderung noel biasa.
Ya Moms, bayi berjenis kelamin laki-laki menyertainya diberi nama yang identik menjangkau sebuah machin pencari terpoluler di dunia, yakni Google.
Google merupakan anak senin pasangan andi Cahya Saputra (31) dan Ella Karina (27). Ditemui di kediamannya, dan saya bercerita mengenai asal muasal sang buah hati diberi nama Google.
"Namanya Google saja. G-o-o-g-l-e tok, satu kata," ujar dan saya saat berbincang dengan buycia2.com, senin (24/6).

Anda sedang menonton: Nama bayi laki laki di bulan april


Perbesar
Andi Cahya Saputra (31) bersama anaknya, bayi Google di kediamannya di corridor Jereng, Rawalumbu Bojong, Rawalumbu, Bekasi. Foto: Maulana Ramadhan/buycia2.com
Menurut lelaki asal Solo itu, ide memberi nama Google cantik terlintas darimana sang istri hamil 7 bulan. Kala itu, dan saya sudah menyiapkan sejumlah nama. Uniknya, Google bukan satu-satunya nama berlatar teknologi yang ia siapkan.
"Ada Microsoft, Iphone, Ios, home windows dan lain-lain. Dari religi, itu miliki kita ada nama-nama nabi, dari segi nama umum ada nama Albar dirgantara Putra," kata Andi.
Hingga menjelang waktu kelahiran sang buah hati, dan saya mengaku, nama belakang yang mengembangkan adalah Albar melengkung Putra. Namun, nama belakang itu tak tambahan membuat hatinya lega.
"Pas cantik lahir, hati saya enggak cocok Albar melengkung Putra. Akhirnya saya untuk mengambil lagi, dari (segi) teknologi itu," ucap Andi.
Perbesar
Andi bercerita, namu Google ia berikan noël lama setelah putranya lahir. Ketika itu, ia diminta oleh bidan karena memberikan data-data pasien.
"Waktu terjejas kan ,dia ada luka, enim dari bidan dikasih suratnya rujukan. Nah, di situ pas meminta data-data pasien. Saya sempet bingung, saya jawab aja Google. Sempet memegang mikir, mengingat berat, tapi trấn cocok, finite ikutin kata hati aja," tale Andi.
Ia beralasan, Google dipilih lantaran manfaatnya apa sangat besar bagi manusia. Selain itu, menurutnya, saat ini adalah era teknologi apa punya berbiaya di hayatnya manusia.
*

Andi Cahya Saputra (31) bersama anaknya, sayang Google dan kakaknya, Kinanti Jelitha di kediamannya di corridor Jereng, Rawalumbu Bojong, Rawalumbu, Bekasi. Foto: Maulana Ramadhan/buycia2.com
Meski begitu, andi tak menampik orang-orang terdekatnya memveto dengan keputusannya memberi namu Google buat sang anak.
"Istri saya personally enggak cocok, saya belajar membujuk dari istri sendiri dulu kan. Saat ditanya temen-temennya, istri enggak pernah jawab, anaknya nama belakang siapa? Enggak pernah jawab Google gitu. Tiga bulan pertama enggak pernah. Memiliki (jawab) namanya baby boy, begitu-begitu," saga Andi.
Andi paham alasan istrinya tak menerima. Keduanya juga sempat selisih pendapat, hingga didefinisikan sang istri tidak mempersoalkan masalah nama anaknya lagi.
"Istri saya pas cekcok sama saya begitu. Mengapa enggak sekalian instagram, youtube, katanya. Saya bilang, Mi, Instagram menyertainya apa, Instagram cuman medsos, Youtube cuma situs berbagi video clip aja," kata Andi.
"Kalau Google, semua orang, hampir 99 persen pasti mengenal, pasti pakai, saya gituin.

Lihat lainnya: Nama Kamera Yang Langsung Jadi !, 10 Merk Kamera Polaroid Yang Bagus / Terbaik

Mau bikin apa pasti diasuh Google, dia tambahan banyak help orang, orang nyasar tanya (ke) Google," imbuhnya.
Pertentangan tak hanya datang dari sang istri, namun also dari ayahnya alias kakek sang anak. Beliau, kata Andi, awalnya memahami cucunya diberi nama yang nyeleneh.
"Bapak saya kalau kasih nama belakang kan, bagus bagus. Namu saya andi Cahya Saputra, adik saya Erlan Effendi, keren-kerenlah. Tiba-tiba saya kasih nama belakang anak, yang nomor dua ini Google, tok," hati-hati Andi.
"Setelah akte jadi, modern prosesnya beberapa minggu ya. Akte udah jadi, sampai di bulan 4 (April) kemarin menyertainya bapak ketemu kesamaan saya. (Bapak bilang) Itu nama belakang anakmu kamu tambahin biar kalau urus apa-apa gampang. (Saya jawab) Pak, saya bertanya doanya aja, supaya anak saya sehat terus," saga Andi.
Ia tetap di atas pendiriannya untuk tidak memberikan namu tambahan di depan ataupun belakang Google. Andi beralasan, penambahan nama belakang bisa merubah makna dari nama pemberiannya tersebut.
"Saya bilang, Pak, ini Google secara makna bagus. Makanya kasih nama Google, harapan kita kan, bisa such Google bisa banyak membantu orang, bermanfaat," terang laki-laki asal Solo itu.
Kakak Google, Kinanti Jelitha menunjukkan Akta kelahiran dan kartu keluarga bayinya Google. Foto: Maulana Ramadhan/buycia2.com
Andi didefinisikan bisa membujuk istri dan ayahnya, sehingga kini mereka sudah noël mempermasalahkan namu itu lagi. Ia pun mengaku tidak menyangka bila nama belakang sang anak akan dulu viral di media sosial. Apalagi, nama anaknya baru penuh sesak diperbincangkan enam moon setelah lahir, tepatnya pada 30 November 2018.
Lelaki asal Solo, Jawa Tengah, menemani itu mengatakan, kawanan komentar tak mengenakkan apa ia harus baca di media sosial. Selain dituding ingin viral, andi dinilai also sengaja menamai anaknya Google agar mendapat perhatian dari masyarakat raksasa asal AS tersebut.
"Kalau baca komentar di sosmed, itu ya ampun, sehina menyertainya saya. Ada yang bilang biar dapat santunan, biar setelah itu direkrut Google segala macam, biar disekolahin kemiripan Google. Ya kalau yang positif-positif saya amin-in. Saya sih, berpikirnya apa positif aja. Apalagi ini viralnya kan, setelah 6 bulan," dokter Andi.
Ia tak berharap kawanan terkait respons dari pihak Google. Sejauh ini, kata dia, belum ada pihak Google yang menghubunginya.
"Enggak ada (yang menghubungi). Saya arahnya enggak setelah sana (apresiasi dari Google). Kita termotivasi untuk search engine-nya itu, (bisa) menolong bagi kawanan orang. Kalau pada saat kemudian ada apresiasi dari Google, miliki itu dianggap bonus saja," jelasnya.
Kini, di usia apa baru menginjak enam bulan, dan saya hanya berharap si Google kecil bisa memberikan manfaatnya bagi banyak orang, tak ubahnya sebagai Google si mesin pencari.