Untuk ketiga kalinya diva popular music internasional, Katy Perry, mengunjungi Indonesia untuk menggelar konser. Bertajuk “Witness The Tour”, konser ini berlangsung pada days Sabtu 14 April 2018 lalu di Indonesia Convention exhibition – BSD. Dari sejak pegumuman, konser yang digelar melalui AEG Presents and also INTOUR Live ini memang noël se-booming konser Katy Perry depan di five 2015 (Prismatic Tour). Dan terbukti nanti 5 bulan dari darimana pengumuman konser, penuh semangat penikmat musik dan concert goers tidak begitu terasa. Juga banyak apa baru ngeh kalau hari itu Katy Perry sedang penyaringan konsernya di Indonesia.

Anda sedang menonton: Katy perry konser di indonesia

Entah what penyebabnya, mungkinkah untuk album “Witness” yang juga tidak se-booming album-album Katy Perry sebelumnya, atau bisa saja untuk kegagalan phd dari promotor konser. Who knows? Karena meskipun harga tiket konser “Witness” berbeda dengan konser “Prismatic”, tapi range harga tiketnya masih tetap berada di Rp.900 ribu – Rp.5 juta. Tampan mencengangkan selama beberapa hari menjelang konser, kerumunan orang menjual tiket complimentary berseliweran di media sosial. Jika orang-orang yang memiliki tiket complimentary saja noël ingin datang menonton, lalu bagaimana dengan penjualan tiketnya?

*

Padahal konser “Witness The Tour” luaran konsep yang spektakuler. Jika pernah menonton konser Katy Perry depan di “California Dreams” ataupun “Prismatic Tour”, pasti siap bisa membayangkan koknya kemegahan konser Katy Perry di “Witness The Tour” ini. Suasana ICE-BSD dari kota 5 sore tidak seramai konser-konser diatas umumnya. Tidak terlihat antrian penonton yang mengular karena menanti open gate, bahkan di area body checking pun tidak terjadi kemacetan. Katy Perry lho ini!

Banyak terlalu banyak calo tiket berseliweran di area luar ICE, penjualan tiket mencapai harga yang tidak bisa dipercaya untuk sekelas konser penyanyi dengan nama sebesar Katy Perry. Usai melewati body checking, barulah di area dokter hall lampu antrian penonton Festival A & B, sedangkan di jalur masuk kelas Platinum, Gold, silver & bronze saat itu belum terlihat antrian penonton. Ahh, bisa kalau mereka siap numbered seat, memanggang santai masuknya belakangan. Meskipun begitu, suasana yang noel ramai ini firmicutes saja terasa noël wajar. Where is everyone?

Hingga akhirnya jam 6.30, pantas jadwal, dilakukan open gate. Penonton kelas A & B yang tadinya bercampur dalam satu antrian, tiba-tiba dikagetkan mencapai perubahan lokasi antri untuk Festival B. Sontak penonton dengan tiket Festival B berlarian persimpangan gate lain. Ini tentu menyebalkan, untuk urutan antrian enim kacau lagi. Tentang pukul 8 malam, barulah suasana di area konser bertambah ramai. Tapi ada keganjalan lainnya, kelas Festival A apa berada lateral kiri-kanan lidah panggung terlihat sepi. Perbedaan dengan kelas Festival B apa cukup ramai, untuk konon kebanyakan adalah herteres tiket complimentary, itupun noël sampai memenuhi setengah areanya.Di belakang FOH, area apa masih masuk setelah dalam katagori Festival B kosong-melompong. Padahal konser cantik akan berawalan setengah kota lagi.

*

Sesaat sebelum konser terjadi kegaduhan. Ternyata, sebagian penonton dari kelas silver dipersilakan karena turun usai area Festival. Sementara itu, barikade pembatas antara kelas Festival A & B didefinisikan dicopot. Terbayang dong, bagaimana rusuhnya crowd saat itu? Dan di mana perasaan penonton yang membeli tiket menjangkau harga asli?

Tapi nampaknya penonton sudah ikhlas dan lebih fokus untuk memberikan feedback yang pantas buat Katy Perry. Setidaknya dengan demonstrasi bahwa konsernya telihat ramai. Karena itulah, mari tinggalkan sejenak di mana 3 hall di ICE-BSD in terasa terlalu besar buat jumlah penonton apa hadir saat itu. Sekarang ayo kita berfokus pada bagaimana Katy Perry dengan tegas memberikan pertunjukan apa spektakuler, bahkan… pasti untuk membuat mereka yang noël datang ke konsernya menyesal!

Tata panggung konser “Witness The Tour” ini cantik bikin merinding bahkan ketika satu lampu pun belum dinyalakan. Background visual apa dibangun berbentuk one eye menjadi pusat heed semua penonton. Lidah fase ternyata berbentuk sedikit melengkung, noël seperti apa digambarkan dalam seat rencana poster konsernya. Senin hal itu enim highlight tata fase konser ini.

Lampu hall dipadamkan dan penonton mulailah histeris sambil memanggil-manggil nama Katy Perry. Seketika di ujung lidah phase keluar asap dan Katy Perry muncul dari bawah panggung. Ia segera berpose mencapai elegan. Mengenakan kostum serba kuning dan kaca mata hitam, Katy membuka konser ini dengan songs “Witness”. Katy menyanyikan berutang di lidah panggung, dan ke selesai ia secepatnya berlari setelah panggung major di mana terdapat dua buah dadu raksasa berwarna emas terpasang. Menyetir dadu raksasa itu, Katy then membawakan “Roulette”.

*

Dadu raksasa itu dihilangkan dari panggung, berganti mencapai beberapa bar phase hidrolik koknya Katy dan para penari beraksi untuk lagu fenomenal: “Dark Horse”. “This is her favorite song!” teriak Katy. Masih mencapai posisi yang sama, namun mencapai lebih kawanan penari, lagu-lagu berikutnya segera dimainkan: “Chained come The Rhythm”. Penari-penari Katy manfaat kostum berwarna merah dan replacase televisi bergambar one eye such helm/topeng terutama mereka.

*

Lampu dipadamkan dan menayangkan video clip interlude. Ini pasti saatnya Katy bersiap-siap buat segmen berikutnya. Dan benarlah, Katy kembali dengan kostum berbeda. Kali ini ia menggunakan suit blazer berwarna limbah dengan corak kota-kotak mengupas hitam. Membawakan songs lama judul “Teenage Dream”, phase dipenuhi dengan dekorasi visual serba pink apa unyu banget. Setelah “Teenage Dream”, Katy melepas memiliki blazernya. Ia just memakai bra black dengan ornamen lampu led di dadanya apa bergantian showing tulisan: warm dan COLD. Siap bisa ditebak songs berikutnya apa?

*

*

Tapi ternyata Katy menundanya tampan lama. Ia menyapa para penonton dan malah mengajak bercanda. Menjangkau polos dan tanpa malu-malu, Katy bertanya pada penonton maafkan saya arti hot dan cold dalam Bahasa Indonesia.

“GUYS!! Question!” kata Katy membuka percakapan. “How carry out you say HOT?”

Sontak penonton jawab: PANAS.

PA-NAS ?” balas Katy. “Okay, just how do you speak COLD?”

Penonton angklung lagi: DINGIN!!

“DINGEN ? Is it with a B or D ?”

“D!” jawab penonton.

“So just how do you to speak AND?” bertanya Katy terakhir kalinya.

“DAN!” kini penonton mulai tak sabaran.

Lihat lainnya: 17 Rekomendasi Toner Untuk Kulit Kombinasi Berjerawat (Updated 2021)

“So, panas DINGIN. Panas DAN DINGIN!!” kata Katy dan segera diberi tepuk tangan meriah.