*

Saya duluan kali berkenalan dengan secara baik karya Tere Liye pada lima 2012 (kalau noël salah ingat), dari sahabat saya. Ceritanya, kita saling meminjamkan booker koleksi masing-masing. Dan sahabat saya ini menyodorkan booker berjudul Hafalan Shalat Delisa. Kesan pertama terhadap booker ini saya mendesak tersentuh, ceritanya denda sekali, tapi sayangnya noël tahu siapa menyertainya Tere Liye, untuk di halaman last tidak ada keterangan sekitar siapa penulisnya.

Anda sedang menonton: Judul judul novel tere liye

Oh mungkin namu asing ini penulis dari luar negeri, pikir saya.

Lagi-lagi sahabat saya meminjamkan buku-buku karya Tere Liye berikutnya yaitu:Bidadari-Bidadari surga (buku yang paling menyentuh, kawanan mengeluarkan wait mata untuk kisahnya mengharu biru dan sosok kak Laisa ini mendesak inspiratif), menyusul booker Moga Bunda di bayi Allah, Ayahku (Bukan) Pembohong, lembaran yang slam Tak Pernah membenci Angin, Berjuta Rasanya, Sunset bersama Rosie (yang then direcoverdanretitlemenjadi Sunset dan Rosie). Menyusul, Rembulan ditenggelamkan di Wajahmu. Saat itu, kalian pernah berdiskusi bahwa buku most menguras energi adalah Rembulan saya tenggelam di Wajahmu, sehingga kalian pernah memfavoritkan buku tersebut. Setelah itu beberapa lima saya tidak menikmati karya Tere Liye untuk tenggelam dengan kerjaan serta sahabat saya siap jarang kontak, dan kami sibuk dengan urusan masing-masing.

Sekitar tahun 2017, saya melihat koleksi secara baik adik sepupu. Gallery buku-buku Tere Liye! Aha, finite saya izin untuk pinjam booker adik sepupu. Gak nyangka, adik sepupu apa saat menyertainya masih berseragam putih abu-abu ternyata baca buku karya Tere Liye. Maka berkenalanlah saya dengan petualangan Serial Bumi lewat booker Bumi, Bulan, Matahari, Bintang. Lanjut baca Negeri di Ujung Tanduk, Negeri Para Bedebah, Pulang, dan Hujan.

Kemudian barulah sayasearchingbuku-buku penulis ini what saja, sih? Ternyata pas dibaca di wikipedia, masih kawanan buku karya beliau apa belum saya baca, saudara-saudara!

Lalu saya cobalah membaca booker Burlian, Pukat, Amelia, Eliana, saya makin takjub. Wow, kok saya baru menemukan penulis yang membuat saya tidak bosan dibaca karyanya, bikin nagih. Dari sana saya awal menyesal, kanapa baru harus baca buku-buku bagus tersebut di saat sekarang. Saya bang cinta sama Serial Anak-Anak Mamak yang awalnya gak sepopuler Serial Bumi, tapi sepertinya setelah recover dan retittle serta serialnya diubah menjadi Serial Anak Nusantara di akhir five 2018, booker ini start dilirik kerumunan pembaca.

Sekitar dua puluh mengendarai buku Tere Liye, saya hanya modal pinjam saja, untuk waktu itubudgetjajan booker sedang didefinisikan hehe

Buku pertama yang saya beli pakai uang sendiri karena gak ada dikoleksi adik sepupu saya. Langsung beli empat titudit buku, yaitu: Tentang Kamu, Rindu, Harga Sebuah Percaya, dan Sepotong trấn yang Baru. Harus baca keempat secara baik ini berturut-turut saya membuat terpukau malalui sang penulis yang mampu menyajikan cerita berbeda, genrenya tambahan beda. Dan anehnya gak bikin bosan. Usai baca puluhan buku, dan sampai di periode membaca tentang Kamu dan Rindu, menurut saya dua secara baik tersebut masuk dalam masterpiece karya Tere Liye.

Dari sinilah saya mulai benar-benar mencari sekitar sosok Tere Liye itu siapa sih? noël banyak info apa saya dapat, just dariwikipedia sama artikel dalam sebuah blog. Itu saja. Kok bisa memiliki penulis apa punya booker bagus-bagus susah ingin infonya. Bayangkan saja dari puluhan buku noël ada keterangan tentang penulis bernama Tere Liye. Berkat Googling akhirnya saya kenal wajah beliau. Dan ketika digali video-video beliau di YouTube dari acara bedah buku apa upload berbagai channel, saya baru tahu suara beliau. Penulisnya shine sederhana sekali. Di mata saya, beliau membumi menjangkau karya melangit. Tampaknya, dibalik nama pena beliau yang populer dan mendesak produktif menulis, beliau betul-betul menjaga pribadi kehidupannya noël terekspos. Kemudian pembaca buku, saya just mengenal karya-karya beliau.

Beruntung anak-anak zaman muncul jika sudah mulai membaca dan mengenal karya-karya Tere Liye. Di zamannya saya, sangat sulit sekali dibaca buku-buku sebagai ini. Di usia masa pubertas menjelang dewasa, kebanyakan buku yang saya konsumsi adalah sastra mulailah angkatan 1920 hingga buku-buku terjemahannya penulis luar negeri.

Saya ikut berbahagia untuk adik-adik apa saat ini punya kawanan variasi buku-buku denda dan mulai membaca buku-buku Tere Liye. Buku-bukunya bergizi, tema apa diangkat menarik, kawanan pesan-pesan positif apa disampaikan lewat karakter-karakter batin buku yang ditulisnya. Dari segenap buku apa ditulisnya, saya mungkin mengambil benang merahnya, siapa tahu itu serial bumi, serial aksi, serial anak nusantara, serta buku-buku go karya beliau, poin utamanya mengajarkan tentang berbuat baik, were orang baik, dan itu noël mudah kawan. Makanya sang penulis terus berkomunikasi pesan-pesan kebaikan.

Jadi, buat yang belum pernah membaca karya Tere Liye, harapan bisa memiliki waktu untuk membaca dan meminjamkan bukunya siapa tahu dari teman, sahabat, perpustakaan sekolah atau perpustakaanonlineseperti iPusnas, dan sebagainya. Mulai dengan membacanya, itu apa saya lakukan. Tapi pastikan kamu membaca booker original untuk menghargai dunia literasi agar tetap kehidupan dan berkembang. Mari were pembaca buku yang cerdas.

Dulu, awalnya saya baca secara terpisah karya beliau dengan mencari pinjaman bukunya dari sahabat dan adik sepupu saya. Then setelah bang hati diatas karya-karyanya, alhamdulillah kini saya membaca dan mengoleksi serta membaca mengulang lagi. Inilah saga panjangku batin menemukan penulis idola, panutan. Rasa-rasanya, berwewenang sekali were penulis seluwes, sesantun, seproduktif dan di samping itu karyanya Tere Liye. Dan perjalanan saya pasti ini adalah sangat panjang. Puluhan tahun Tere Liye siap menulis, maka karya-karyanya tambahan menarik sekali, mudah tapi bertenaga. Bagus makanan, artikelnya Tere Liye mendesak lezat. Untuk saya, buku-buku bagus dan menarik noël harus selalu yang memenangkan diberikan prestisius.

Tulisan sederhana yang mampu menggugah dan menggetarkan jiwa serta menyadarkan diri lewat karakter-karakter apa dihidupkan batin ceritanya, itu jauh lebih berarti. Dan itulah apa saya temukan dari sosok penulis ini.

Saya senang dengan karya-karya penulisnya bukan karena ikut-ikutan, untuk kata orang, ataukah rekomendasi orang. Tapi saya cantik memulai perjalanan menikmati buku-buku apa beliau tulis sejak lima 2012. Akun itu saja.

Sederhana tapi bermakna, nilai-nilai kehidupan inilah apa saya untuk menang dengan membaca karya-karya Tere Liye. Secara baik menarik dalam pandangan saya, noel harus dituturkan menjangkau bahasa berat apa sulit dipahami kawanan orang, sejatinya diinapkan dengan sederhana dan santun, itu akan memikat saya kemudian pembaca dan penikmat booker berbagai genre. Lewat artikel ini, saya akan ajak kamu mengenal sosok Tere Liye dan karya-karyanya dari kacamata seorang pembaca buku—bukan komentator.

*

Baca juga: review buku Keajaiban belanja Kelontong Namiya dan Merakit Kapal

Siapakah penulis Tere Liye?

Buat kamu pembaca secara baik karya Tere Liye, tentu saja sudah untuk mengetahui ya, bahwa kita noël akan pernah menemukan biodata penulis ini di setiap buku. Noël ada latar belakang penulis. Pertama kali baca booker penulis Tere Liye, saya pikir ini penulis dari luar negeri. Bertahun-tahun then saya baru tahu kalau ini tenyata penulis Indonesia. Tere Liye akun itu penulis laki-laki, ~ no perempuan.

Lihat lainnya: Pemanfaatan Listrik Statis Dalam Kehidupan Sehari Hari, Listrik Statis: Contoh Di Kehidupan Sehari

*
Sumber foto: screenshoot dari Kelas.com deviasi satu kelas apa saya ikuti karena kelas mendasar KepenulisanIni itu Bang Tere Liye (nama pena)

Menurut details dari sebuah bedah buku apa saya tonton di YouTube, Tere Liye merupakan nama pena dari seorang akuntan lulusan hochschule Indonesia, bernama Darwis. Kilade sekali namanya. Beliau terjejas di kabupaten Lahat, sumatera Selatan. Sudah menulis darimana duduk di feses sekaloh dasar. Tulisan pertamanya dimuat di Lampung post, kapan beliau duduk di bangku sekolah menengah atas. Nanti kuliah, tulisannya patuh dimuat di media cetak besar sebagai Kompas, Republika, Media Indonesia dan lain sebainya. Baru sekitar lima 2005, beliau banting stir were penulis novel hingga saat ini.

Baca juga: istilah-istilah batin dunia perbukuan dan berkah mereview buku

Beliau siap menulis puluhan tahun, pantas saja lezat begitu banyak, begitu banyak tulisan apa dihasilkannya. Kalau kehidupan luaran dan keluarga beliau saya noel tahu. Setahu saya, diberbagai bertanggung jawab media sosialnya, hanya tulisan apa beliau posting. Silahkan cek Instagram