TRIBUNPEKANBARU.COM - human memang tak mungkin lepas dari dosa dan kesalahan, sebab manusia merupakan ruang angkasa dosa dan salah.

Namun, sebaik-baiknya umat ​​manusia adalah manusia yang segera menyadari dosanya dan memohon memaafkan dan bertaubat kepada Allah SWT disertai mencapai sholat Taubat.

Taubat merupakan tanggung jawab bagi seluruh umat Islam yang memiliki dosa dan kegagalan lantaran berbuat apa yang diharamkan.

Taubat sebaiknya diiringi dengan mandat Sholat Taubat.

Usai mandatnya Sholat Taubat Nasuha, setiap muslim terutang dianjurkan untuk tidak another mengulangi dosa yang sama.

Sholat taubat bisa dilakukan kapan saja, baik akun itu siang maupun malam.

Simak tata cara sholat Taubat bagi anda apa ingin melakukan taubat nasuha.

Anda sedang menonton: Hukum sholat taubat setiap hari

Taubat haram dilakukan di ~ saat:

1. Mulailah dari terbit senja kedua hingga terbit matahari. 2. Saat terbit matahari hingga matahari naik sepenggalah. 3. Saat matahari persis di tengah-tengah hingga bersinar condong. 4. Start dari sholat Ashar hingga matahari tenggelam. 5. Selama menjelang matahari saya tenggelam hingga benar-benar sempurna tenggelamnya

Sebagian geram ulama menyatakan jika waktu pelaksanaan sholat taubat yang paling baik dilakukan di atas sepertiga malam.

Ini Keutamaan Sholat Taubat:

Dimasukkan ke dalam surga Mendapat doa malaikat dicintai Allah Dosanya memaafkan Allah

Setiap muslim yang ingin taubat nasuha, sebaiknya mandat sholat taubat.

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ، ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللهَ إِلَّا غَفَرَ لَهُ»، ثم قرأ هذه الآية: وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ

“Seorang hamba yang melakukan dose kemudian dia bersuci dan diperkerjakan shalat, ke itu minta pengampunan kepada Allah, maka Allah ini adalah mengampuni dosanya. Setelah itu, Rasul melafalkan ayat, ‘Dan juga orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji dan menganiaya ourselves sendiri, mereka pikiran akan Allah, dan mohon ampun atas dosa-dosa mereka (QS: Ali Imran, 135)’” (HR: Al-Tirmidzi)

Hadis tersebut were landasan shalat taubat. Sebagian terlalu tinggi ulama saya setuju bahwa shalat taubat adalah sunnah.

Allah SWT tambahan berfirman dalam Al-Qur’an surat At- Tahrim ayat 8:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya

Wahai orang-orang apa beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah mencapai ‘Taubat Nasuha’ (taubat apa sebenar), mudah-mudahan tuan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, pada aku Allah noël akan menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengannya; cahaya (iman dan amal soleh) mereka, bergerak cepat di hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka (semasa mereka berjalan); mereka berkata (ketika orang-orang munafik meraba-raba di dalam gelap-gelita): “Wahai tuan kami! Sempurnakanlah bagi kalian cahaya kami, dan limpahkanlah keampunan kepada kami; sebenarnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu” (QS. At- Tahrim ayat 8)

Dalam surah lain Allah tambahan berfirman:

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ، وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah bagi orang-orang apa mengerjakan keburukan lantaran kejahilan, yang then mereka bertaubat mencapai segera, maka mereka itulah apa diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lainnya Maha Bijaksana” (QS an-Nisaa’:17).

Doa untuk memohon ampunan dosa:

Subhaanaka wa bihamdik. Astaghfiruka wa atuubu ilaik.

" Mahasuci Engkau dan segala puji bagi-Mu. Aku mohon ampunan-Mu. Aku bertobat kepada-Mu."

Dalam sebuah riwayat, "Aisyah RA mengatakan Nabi noël pernah organisasi mengucap doa tobat saat mendekati ajal.

Tata Cara Sholat Taubat Nasuha

1. Does wudhu

2. Niat Sholat Taubat


Doa Iftitah adalah doa yang dibaca ketika shalat, antara takbiratul ihram raka"at pertama dan ta’awudz dahulu membaca surat Al Fatihah.

Adapun hukum membaca doa iftitah batin Sholat adalah Sunnah.

Berikut adalah lafadz bacaan doa iftitah

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا. وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا. وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْى ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

( Allaahu Akbaru kabira wal hamdu lillahi kathira, wa subhanallahi bukratan wa asila. Innii wajjahtu wajhiya lillazi fatharas samaawaati wal ardha haniifa muslimaw wa maa anaa minal mushrikeen. Inna salaati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi Rabbil ‘aalameen. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin).

Artinya:

Allah maha terlalu tinggi dengan sebesar besarnya. Segala puji apa sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha penasaran Allah di atas pagi dan petang hari.

Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan thiên dan bumi dengan semua kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang apa menyekutukanNya.

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, bapak semesta alam, apa tiada satu pun sekutu bagiNya.

Dengan setiap orang itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk rakyat orang yang berserah diri.

5. Membaca surat Fatihah


Setelah selesai membaca doa iftitah, kemudian dilanjutkan dengan baca secara terpisah Fatihah.

Membaca surat Al-Fatihah merupakan Rukun sholat pada setiap raka"at, baik itu sholat fardhu maupun sholat sunnah. Jadi, ini wajib dibaca.

Adapun lafadz bacaannya adalah sebagai berikut :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَاالصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صَرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِالْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّيْنَ

( Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil alamin. Arrahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin, iyyaka nabudu waiyyaaka nastaiin. Ihdinashirratal mustaqim, shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi alaihim waladhaalin. Aamiin)

6. Membaca Surat atau Ayat-ayat tertentu dari Al-Qur"an

Setelah selesai membaca surat Al-Fatihan dan Amin, kemudian membaca ayat pendek atau surat Al-Qur"an.

7. Ruku" disertai Tuma"ninah


Setelah selesai ruku", kemudian I"tidal, yaitu bangkit dari ruku" sembari mengangkat senin tangan sejajar telinga, sebagai membaca :

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

(Samiallahulimanhamida)

Kemudian kedua tangan diluruskan kebawah sambil kedudukan tegak, sebaik membaca :

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

(Robbana laka hamdu milussamawati wamilluardi wamilumasyikta miingsaiing bakdu)

- kemudian dilanjutkan dengan bermusim takbir (ALLAAHU AKBAR) tanpa mengangkat senin tangan lalu does sujud

9. Sujud disertai menjangkau Tuma"ninah


Adapun tata cara kelelahan adalah kemudian berikut :

- Meletakkan kedua lutut dan jari jemari kedua feet diatas sajadah (tempat sujud).

- disusul dengan meletakkan senin telapak groep diatas sajadah, diteruskan mencapai merapatkan alis dan hidung di atas sajadah.

- then posisi kedua telapak tangan sejajar mencapai pundak dan meregangkan kedua telapak tangan dari lambung dan siku terangkat ke atas, tidak menempel setelah lantai, kemudian membaca bacaan ketika sujud.

Berikut bacaannya:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

(Subhanna robbial akla wabihamdi) dibaca 3 kali

Artinya : Maha suci Allah, serta memujilah aku kepada-Nya

- kemudian bangun dari sujud dengan suci takbir (ALLAAHU AKBAR), buat kemudian melakukan duduk middle dua sujud.

10. Duduk diantara Dua kelelahan disertai dengan Tuma"ninah


Adapun cara duduk diantara dua kelelahan adalah seperti berikut:

- Duduk di atas telapak feet kiri, sedangkan kaki kanan bertumpu dengan ujung jari-jari apa dilipat setelah bawah

- kedua telapak groep diletakkan di atas detik lutut, kemudian membaca doa berikut ini :

رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

( Robbi firli warhamni wajburni warfakni wahdini waafini wafuani)

Artinya:

"Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala diterjunkan dan angkatlah derajat kami dan berilah rizqi kepadaku, dan. Berilah aku petunjuk dan berilah diberkatilah anda kepadaku dan berilah ampunan kepadaku".

- then mengucapkan "ALLAAHU AKBAR" untuk kemudian melakukan back sujud apa kedua kalinya di atas raka"at pertama

11. Kelelahan Kedua


Duduk dan kata sandi tasyahud beranjak merupakan deviasi satu rukun shalat. Apabila ditinggalkan baik secara sengaja maupun noël sengaja maka shalatnya batal.

Adapun cara duduk tahiyyah di atas adalah sebagai berikut :

- Duduk pada telapak kaki kiri, sedang feet kanan bertumpu dengan ujung jari-jari yang dilipat usai bawah

- Jari telunjuk kanan diacungkan selama membaca kalimat اِلاَّاللهُ (IL-LALLAAHI), sementara jari-jari yang lain menggenggam.

- Telapak rumbai kiri diletakkan pada lutut kiri

Adapun untuk bacaan tasyahhud atau tahiyyat di atas secara fullest adalah seperti berikut :

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ ﻟِﻲ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَﺳْﺮَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَﺳْﺮَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْـمُقَدِّمُ وَ أَنْتَ الْـمُؤَخِّرُ لَآ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. اللَّهمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا كَبِيْرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ. يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

(AT"TAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAATUTH THOYYIBAATULILLAAH. AS-SALAAMU"ALAIKA AYYUHANNABIYYU WA RAHMATULLAAHI WABARAKAATUH, ASSALAAMU"ALAINA WA"ALAA IBAADILLAAHISHAALIHIIN. ASYHADUALLAA ILAAHA ILLALLAAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH. ALLAAHUMMA SHALLI"ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD. WA"ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. KAMAA SHALLAITA ALAA SAYYIDINA IBROOHIIM WA ALAA AALI SAYYIDINA IBROOHIIM. WABAARIK"ALAA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD. KAMAA BAARAKTA ALAA SAYYIDINA IBROOHIIM WA ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM FIL"AALAMIINA INNAKA HAMIIDUM MAJIID).

Artinya :

“Segala ucapan selamat, keberkahan, shalawat, dan jenis adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kita dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa noel ada sesembahan apa berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah. Ya Allah aku sampai shalawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, serta kepada keluarganya. Sebagaimana Engkau sampaikan shalawat kepada Nabi Ibrahim As., serta kepada para keluarganya. Dan, berikanlah keberkahan kepada junjungan kita Nabi Muhammad, serta kepada keluarga. Sebagaimana, Engkau telah berkahi kepada junjungan untuk kita Nabi Ibrahim, serta keberkahan yang dilimpahkan kepada familial Nabi Ibrahim. Di seluruh makhluk raya ini, Engkaulah apa Maha Terpuji lagi Maha Kekal."

* Keterangan: Bacaan tasyahhud akhir pada merupakan bacaan secara fullest dengan doa-doa setelah tasyahud akhir dahulu salam.

13. Bermusim Salam


Latin:

ASTAGHFIRULLAAHAL AZHIIMA, ALLADZII LAAILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUUMU WAATUUBU ILAIHI TAUBAT A "ABDIN ZHAALIMIIN LAAYAMLIKU LINAFSIHI DLARRAN WALAA NAF"AN WA LAA MAUTAN WALAA HAYAATAN WALAA NUSYUU RAA.

Artinya :

"Saya memohon ampunan kepada Allah apa Maha Agung, saya mengaku bahwa tiada tuhan melainkan Allah, Tuhan apa hidup terus always jaga. Saya memohon taubat kepadaNya, selaku taubatnya seorang .hamba apa banyak berdosa, yang noel mempunyai daya upaya untuk berbuat madlarrat atau manlaat, untuk mati atau kehidupan maupun melambung nanti".

Lihat lainnya: Soal Kelas 3 Tema 2 - Subtema 3 Menyayangi Tumbuhan K

Dilanjutkan dengan memperbanyak membaca istigfar :


Latin :

ALLAHUMMA ANTA RABBII LAA ILAAHA ILLA ANTA. KHALAQTANII WA ANAA "ABDUKA WA ANAA "ALAA "AHDIKA WAWA"DIKA MAS TATHA"TU A-"UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHANA"TU ABUU-U LAKA BINI" MATIKA "ALAYYA WA-ABUU U BIDZANBII FAGHFIRLB FAINNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA.

Artinya :

"Ya Allah, Engkaulah tuhan kami, tiada tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hambaMu. Dan akupun di dalam ketentuan serta janjiMu sedapat bisa aku lakukan. Aku mohon perlindungan kepadaMu dari segala ragum yang telah Engkau ciptakan, aku mengakui nikmatMu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, untuk itu berilah ampunan kepadaku, sebab tidak ada apa dapat memberi pengampunan, kecuali just Engkau sendiri. Aku memohon keterpurukan dari segala kejahatan apa yang kulakukan".

Demikian penjelasan circa sholat taubat dan tata carany harapan bermanfaat bagi untuk kita semua.