*
" data-medium-file="https://i0.wp.com/www.buycia2.com/wp-content/uploads/2018/03/kamar-tempat-tidur-.jpg?fit=300%2C188&ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/www.buycia2.com/wp-content/uploads/2018/03/kamar-tempat-tidur-.jpg?fit=800%2C500&ssl=1" title="Menunda Berhubungan setelah Akad Nikah, Bolehkah? 1">

BOLEHKAH menunda berubungan nanti nikah, misalnya nunggu sampai selesai kuliah, braru berencana punya anak?

Setiap akad mempunyai konsekuensi. Diantara hasil akad nikah adalah mereka berdua menjadi suami istri. Sehingga halal bagi mereka karena melakukan apapun sebagaimana layaknya suami istri. Namun bukan berarti setiap yang does akad harus segera does yang dihalalkan untuk suami istri. Boleh saja, mereka tunda sampai waktu tertentu ataukah sesuai yang dikehendaki pasangan suami istri.

Anda sedang menonton: Hukum menunda hubungan badan setelah akad nikah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika beliau berusia 7 tahun. Dan Beliau baru kumpul mencapai Aisyah, selagi Aisyah berusia 9 tahun.


Dari Urwah, dari bibinya, Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau bercerita,

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikah dengan Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika Aisyah berusia 7 tahun. Dan Aisyah kumpul menjangkau Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau berusia 9 tahun, sementara mainan Aisyah bersamanya. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat selagi Aisyah berusia 18 tahun,” (HR. Muslim 3546).


Dalam riwayat lain, Aisyah radhiyallahu ‘anha juga bercerita,

“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahiku diatas saat usiaku 6 tahun, dan beliau serumah denganku pada saat usiaku 9 tahun,” (Muttafaqun ‘alaih).

Semua riwayat ini dalil bahwa pasangan suami istri yang telah menikah, noël harus segera kumpul. Boleh also mereka tunda sesuai kesepakatan.

Ar-Ruhaibani mengatakan,

Jika penyimpangan satu dari suami istri bertanya tentang ditunda maka harus terlambat selama rentang times sesuai kebiasaan yang berlaku, untuk persiapan bagi pihak apa minta ditunda, seperti 2 atau 3 hari, di dalam rangka menangkap yang paling mudah. Dan referensi dalam hal ini back kepada maafkan saya yang berlaku di masyarakat. Untuk tidak ada otoritas untuk dipecahkan baku di sana, sehingga harus dikembalikan kepada tradisi yang berlaku di masyarakat. (Mathalib Ulin Nuha, 5/257).

Lihat lainnya: Sinetron Ikatan Cinta Rcti Hari Ini 7 Oktober 2021, Aldebaran Buntuti Si Peneror

Bisa also kembali kepada kesepakatan kedua pihak.

Dalam Fatwa Syabakah Islamiyah dinyatakan,

Syariat noël menentukan batas waktu tertentu sebagai rentang antara akad mencapai kumpul. Karena itu, acuan dalam rentang ini bagian belakang kepada ‘urf (tradisi masyarakat) atau kesepakatan antara suami istri. (Fatwa Syabakah Islamiyah, no. 263188). Allahu a’lam. <>