Petugas mengisi berwujud bakar tipe Premium di SPBU Cikini, Jakarta, Kamis (24/12). Jelang awal tahun 2016, Pemerintah diputus menurunkan harga jernih Bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Solar. (buycia2.com/Angga Yuniar)
buycia2.com, Jakarta Harga minyak dunia di pusat krisis energi global kini markas besar bergejolak. Halaman itu turut mempengaruhi harga BBM di sejumlah negara apa ikut meradang.

Anda sedang menonton: Harga bensin premium saat ini

Namun, harga BBM di SPBU Pertamina saat ini masih terpantau aman. Harga yang berlaku masih sesuai dengan Keputusan menteri ESDM nomor 62 K/12/MEM/2020 apa berlaku per 2 Oktober 2021.


Sementara Pertamax Turbo dijual Rp 12 seribu per liter, lalu Dexlite Rp 9.500 per liter, dan Pertamina Sex (CN 53) Rp 11.150 per liter.

Penyesuaian harga tampak dilakukan Shell di atas SPBU apa dikelolanya. Merujuk pantauan harga di laman shell.co.id, harga covering Super (RON 92) naik dari sebelumnya Rp 12.860 per liter dari sebelumnya Rp 11.550 every liter.

Penyesuaian harga tambahan dilakukan karena BBM tipe Shell V-Power, covering Diesel, dan shell V-Power Nitro+. Adapun harga apa tercantum merupakan harga BBM max sesuai peraturan pemerintah apa kini berlaku.

Berikut daftar harga BBM apa berlaku di Pertamina dan Shell diatas 1 November 2021:

Pertamina

- Pertalite, Rp 7.650 per liter

- Pertamax, Rp 9.000 per liter

- Pertamax Turbo, Rp 12.000 per liter

- Dexlite, Rp 9.500 every liter

- Pertamina Dex (CN 53), Rp 11.150 every liter

Shell

- covering Super (RON 92), Rp 12.860 per liter

- shell V-Power (RON 95), Rp 13.400 per liter

- shell Diesel (CN 51), Rp 13.000 per liter

- shell V-Power Nitro+ (RON 98), Rp 13.700 per liter

 



*

Sebelumnya, Kementerian energi dan sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan, Pertamina selaku agen pemerintah such distributor BBM become tetap disesuaikan mencapai daya beli social saat ini.

"Sehingga Pertamina seperti BUMN diharapkan tetap men-support kelancaran penyediaan dan pendistribusian BBM yang terjangkau," kata Direktur Pembinaan Usaha Hilir miga Kementerian ESDM Soerjaningsih beberapa waktu lalu.

Padahal, Soerjaningsih menyatakan, Pertamina seharusnya menjual BBM semisal types Pertalite lebih tinggi, mencapai kisaran harga ekonomian Rp 11 ribu per liter.

"Secara normal harga Pertalite ini sudah berada diatas Rp 11 ribu, harga keekonomian. Kemudian Pertamina masih dengan tegas harus penjualan di harga Rp 7.650," ujar dia.

Lihat lainnya: Alangkah Lucunya Negeri Ini Streaming, Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010)

Penyesuaian harga tambahan tidak hanya terjadi buat Pertalite. Soerjaningsih menyampaikan, kebijakan serupa juga turut ditetapkan karena penjualan Premium dan BBM types lain yang terkena kompensasi harga.

"Jadi pastinya perbedaan harga penjualan premium yang Rp 6.450 dengan harga keekonomian sekitar Rp 9.000, bisa kita hitung bagaimana kompensasi apa harus dibayarkan. Accordingly saat ini penyaluran premium saat ini 3,3 juta KL," terangnya