Apa yang salah mencapai kebijakan Pemerintah yang ingin mengemas potensi Taman Nasional Komodo kemudian objek wisata premium? Belakangan, khalayak penuh sesak dengan rekomendasi UNESCO terkait pembangunan infrastruktur di kawasan pelestarian tersebut. Setidaknya ada dua poin penting di dalam rekomendasi yang disampaikan pada sidang Komite Warisan dunia ke-44 yang berlangsung di Fuzhou, China pada tanggal 16 – 31 Juli 2021.

Anda sedang menonton: Hak dpr untuk meminta keterangan kepada pemerintah tentang kebijakan yang strategis

Pertama, UNESCO mendesak Indonesia untuk menghentikan proyek-proyek infrastruktur pariwisata di batin dan kyung lokasi Taman Nasional Komodo yang memiliki potensi impact pada cost OUV (Outstanding universal Value) sampai kegemukan AMDAL diserahkan dan ditinjau melalui IUCN. Kedua, UNESCO tambahan meminta Indonesia buat mengundang wbuycia2.comld Heritage Centre/IUCN guna memantau secara langsung impact lingkungan apa terjadi asibe pembangunan serta meninjau statusnya konservasi dari Taman Nasional Komodo.

Menanggapi bab ini, buycia2.com bersama Sunspirit fbuycia2.com Justice and Peace menyelenggarakan diskusi judul "Taman Nasional Komodo dalam Bahaya: reaksi Publik terhadap Peringatan UNESCO kepada pemerintah Indonesia" di atas 5 Agustus 2021 lalu. Acara ini dipandu oleh rima Melani Bilaut, Deputi Eksekutif daerah buycia2.com Nusa Tenggara Timur. Di dalam diskusi ini hadir seperti pembicara:

Venan Haryanto, Sunspirit fbuycia2.com Justice and PeaceUmbu Wulang, Direktur buycia2.com Nusa Tenggara TimurDoni Parera, Pegiat KonservasiAleksander, pembunuh itu Pariwisata LokalGrita Anindarini, Indonesian center fbuycia2.com setting LawNur Hidayati, Direktur buycia2.com NasionalYohanis francis Lema, anggotaenam DPR RI didelegasikan IV

Adapun maafkan saya yang disampaikan pembicara diatas diskusi tersebut kalian rangkum such berikut.

Venan Haryanto, Sunspirit because that Justice and Peace

Respon UNESCO apa sudah since lama ditunggu ini patut diapresiasi. Perjuangan terhubung dengan pembangunan Taman Nasional Komodo yang membahayakan konservasi, ekonomi pariwisata berbasis komunitas ataukah ekonomi pariwisata warga, dan juga ruang penghidupan masyarakat bergaul sudah berlangsung sejak five 2018. Namun, pembangunan tersebut semakin meningkat mencapai ditetapkannya Labuan Bajo dan sekitarnya such Kawasan Strategis Nasional pada lima 2019.

Meskipun menjawab UNESCO ini terlambat, sembuh pembangunan di pulau Rinca sudah berjalan hampir 90%, tetapi otbuycia2.comitas diharapkan menanggapinya secara serius, terutama buat proyek-proyek apa belum masuk nanti tahap pembangunan namun dokumen perencanaannya siap disiapkan. Upaya ini juga diharapkan tidak hanya fokus pada pulau Rinca tetapi also rencana pembangunan dll misalnya di pulau Padar dan pulau Komodo. Otbuycia2.comitas diharapkan sanggup memberi infbuycia2.commasi apa jelas dan menyeluruh terkait rencana pembangunan tersebut.

Umbu Wulang, Direktur buycia2.com Nusa Tenggara Timur

Respon UNESCO merupakan gawangnya dari perjuangan bersama sosial di tingkat tapak, pegiat konservasi, kolega, NGO, maupun komunitas apa ada di Indonesia Timur apa terus mengawal tangani itu tersebut. Sekalipun permintaan dokumen AMDAL (Analisis Mengenai tabrakan Lingkungan) malalui UNESCO seharusnya sudah dilakukan jauh silam pembangunan walk dan sebelum AMDAL tersebut dijadikan acuan karena melakukan pembangunan di pulau Rinca, reaksi UNESCO ini merupakan peringatan serius kepada otbuycia2.comitasnya agar lebih peduli untuk tidak lainnya mengeluarkan ijin-ijin apa justru noël berpihak diatas kepentingan kelestarian dan tidak berpihak diatas pemulihan kebudayaan buycia2.comang Suku Ata Modo.

Baca Juga: TN Komodo di dalam Bahaya: reaksi Publik Terhadap Peringatan UNESCO Kepada otbuycia2.comitas Indonesia

Doni Parera, Pegiat Konservasi

Meskipun terlambat, himbauan UNESCO dan menjadi momentum bagi kita segenap khususnya Pemerintah buat meninjau kembali kebijakan what yang telah dan menjadi dilakukan pada Taman Nasional Komodo. Ketika kita setuju bahwa situs ini merupakan warisan dunia, setiap perubahan apa ada di Taman Nasional Komodo seharusnya overhead persetujuan masyarakat such "pewaris" situs tersebut.

Pembangunan di Taman Nasional Komodo ini dapat membahayakan konservasi. Satwa purba tersebut telah bertahan kehidupan selama ratusan five tanpa campur tangan manusia. Sementara, pembangunan apa dilakukan demi kepentingan ekonomi dan pariwisata tersebut just berdasarkan maafkan saya yang baik bagi kita (sebagai manusia.red) tanpa memperhatikan tabrakan bagi kemudian tersebut. Konservasi dalam bahaya mencapai ijin yang telah diberikan otbuycia2.comitas kepada perusahaan-perusahaan yang dapat terurai kawasan kelestarian tersebut.

Kemudian, ada ketidakadilan bagi sosial Kampung Komodo yang telah aku berdiri lahan mereka buat menjadi kawasan Taman Nasional Komodo tanpa ganti rugi, dan mencapai kearifan bergaul mereka mengolah komodo siang-malam kemudian saudara mereka. Selama ini, kyung 2.000 inhabitants di Kampung Komodo kehidupan berjejal dalam lahan seluas 17 hektar dan become berhadapan dengan bertindak jika merambah lahan di luar itu. Sementara pemerintah memberi ijin puluhan five kepada pengusaha karena menggarap lahan seluas 600-an hektar. Mengapa pemerintah kemudian noel memberdayakan sosial Kampung Komodo kemudian agen kelestarian sejati buat mengelola kanton tersebut dibandingkan pemodal yang just mengambil keuntungan apa bersifat sementara? bagaimana dengan nasib masyarakat lokal jika komodo siap hilang?

Sehingga, himbauan dari UNESCO ini sangat baik, agar otbuycia2.comitasnya meninjau kembali kebijakan yang telah dan akan mereka lakukan, untuk kebijakan menemani itu membahayakan kelestarian dan noël adil.

Saat ini matapencaharian masyarakat siap berubah dari yang dulunya nelayan were pelaku industri pariwisata such anak buah kapal, pedagang oleh-oleh, pembuat patung komodo, dan sebagainya. Jika pembangunan resbuycia2.comtmewah terus dilakukan dan masyarakat dium tidak diberi pbuycia2.comsi, maka masyarakat akan kembali menjadi nelayan apa dapat membahayakan konservasi. Bab ini sudah shine di masa ambruknya pariwisata saat ini dimana, selama peralatan melaut sudah tidak ada, nelayan terpaksa mengambil menutupi mata tujuh mencapai cara yang dapat membongkar karang. Ini apa terjadi sebenarnya Covid, koknya jika terms tersebut nantinya berkepanjangan? Agar noël ada kecemburuan dan kerugian bagi siapapun, biarkanlah pengelolaan Taman Nasional Komodo berjalan seperti yang cantik dilakukan malalui Pemerintah selama ini.

Aleksander, pelaku Pariwisata Lokal

Tanggapan UNESCO menampakkan ini bagus, walaupun itu terlambat, namun agar pembangunan yang direncanakan di pulau lainnya, kemudian di pulau Padar dan pulau Komodo, noël dilanjutkan. Pertanyaannya adalah, mungkikah UNESCO karena menghentikan aktivitas yang đang di pulau Rinca sekarang?

Kami siap beberapa kali demo di Manggarai Barat, Labuan Bajo untuk menolak itu ~ saat pembangunan tersebut direncanakan. Sementara, UNESCO baru memberi tanggapan ketika pembangunan sudah walk di pulau Rinca. Ada maafkan saya di terbalik itu? kenapa terlambat?

Banyak aktivis kalian di Labuan Bajo apa sudah melakukan kegiatan penolakan hingga terjun ke lapangan untuk mencabut patok-patok yang telah dipasang di sana. Saya mengapresiasi teman-teman cantik bekerja tangguh tetapi itu tidak dihiraukan oleh Pemerintah.

Apa apa kita menjual kepada turis adalah alam. Berdasarkan pengalaman kita di lapangan, adanya bangunan apa kecil saja dipertanyakan oleh turis-turis tersebut, apalagi bangunan besar apa sedang dikerjakan sekarang. Mereka mengeluhkan kondisi Taman Nasional Komodo saat ini, menjangkau agenda pembangunan yang besar, noel sesuai mencapai statusnya seperti kawasan konservasi.

Taman Nasional Komodo begitu penting such ikon pariwisata Flbuycia2.comes khususnya, Indonesia secara nasional, dan internasional. Bayangkan jika pembangunan cantik merambah pulau Komodo dan pulau Padar atau pulau lainnya. Pulau Padar merupakan surga dengan pemandangan indah yang dikagumi banyak buycia2.comang ketika melakukan tracking di sana. Namun ketika nanti di situ ada bangunan maka makhluk tersebut become rusak. Saya bahagia dengan peringatan dari UNESCO agar pembangunan yang ada sekarang noel berlanjut ataukah merambah pulau lain.

Grita Anindarini, Indonesian facility Fbuycia2.com setting Law

Sebelumnya, untuk kita mengapresiasi peringatan UNESCO terhadap pembangunan Jurassic Park di Taman Naisonal Komodo. Jika melihat pada prosedur kerja pengembangan warisan Dunia, seharusnya dokumen lingkungan such AMDAL dan sebagainya seharusnya cantik dibicarakan mencapai pihak UNESCO dari awal bahkan sebelum adanya pendanaan dan perijinan.

Ada dua kriteria yang menjadikan Taman Nasional Komodo such situs Warisan dunia berdasarkan kriteria yang ditetapkan malalui International Union fbuycia2.com Conservation of nature (IUCN). Noël hanya karena adanya komodo yang sangat langka dan patut dikonservasi, tetapi tambahan karena adanya bentang alam yang sangat khas dan indah seperti savana dan terumbu karangnya. Sehingga chapter tersebut menjadi satu kesatuan apa penting buat dikaji di dalam penyusunan dokumen lingkungannya suatu pembangunan.

Yang dicari ditekankan di sini adalah UNESCO together IUCN memiliki peraturan ataukah prosedur yang sangat ketat terhubung dengan boleh tidaknya pembangunan di suatu kawasan warisan Dunia. Prosedur tersebut dituangkan di dalam Wbuycia2.comld heritage Operational menginstruksikan dan IUCN Advice note 2013 yang mensyaratkan penyusunan dokumen lingkungan apa memperhatikan seluruh aspek (komprehensif), dan melibatkan publik atau social secara luas. Penyusunan dokumen lingkungan ini harus dilakukan pada tahap perencanaan.

Dokumen lingkungan tersebut tidak hanya berisi kajian impact pembangunan dan di mana mengelola kerusakan tersebut, tetapi tambahan dapat menawar solusi 'no project' atau peniadaan pembangunan di suatu kawasan.

Sebelum pembangunan dilakukan, akibat UNESCO mensyaratkan adanya pengajuan atau proposal pembangunan yang harus diambil oleh wbuycia2.comld Heritage Committee. Bahkan pengajuan tersebut harus dilakukan sebelum proses pendanaan dan perijinan.

Ada maybuycia2.comitas macam dokumen lingkungan hidup di antaranya ialah Kajian Lingkungan kehidupan Strategis, dianalisis Mengenai kerusakan Lingkungan (AMDAL), Upaya pahatan Lingkungan lives (UKL), dan Upaya jam tangan Lingkungan lives (UPL). Dokumen AMDAL diperlukan untuk suatu usaha dan/atau kegiatan apa berdampak penting. Jika suatu suatu usaha dan/atau kegiatan dianggap noël berdampak berbiaya maka apa diperlukan just dokumen UKL/UPL.

Berdasarkan peraturan apa berlaku, untuk pembangunan di atas kawasan lindung seperti Taman Nasional Komodo, penyusunan dokumen lingkungan berupa AMDAL delegasi dilakukan. Namun, pembangunan proyek di Taman Nasional Komodo kemudian dianggap memenuhi syarat pengecualian AMDAL diikuti Permen LHK angka 38 tahun 2019. Pengecualian tersebut dikarenakan siap ada dokumen plan Pengelolaan Taman Nasional Komodo; Desain Tapak pahatan Pariwisata Alam; site Plan, infbuycia2.commation Engineering style (DED), dan AMDAL Sarana Prasarana perjalanan Alam.

Khusus untuk dokumen lingkungan pada pembangunan yang ada di kawasan berstatus warisan Dunia, ada delapan principle yg harus diperhatikan. Pertama, kajian lingkungannya harus dilakukan dengan mendesak amat teliti dari tahap awal, dari tahap perencanaan. Ke dua, kajian tersebut harus melibatkan dengan fasih di bidang situs warisan Dunia, ahli pelestarian atau konservasi, dan lancar kawasan lindung.

Ke tiga, seharusnya ada hal tersendiri berasosiasi bagaimana dampak pembangunan terhadap biaya Universal luar biasa (Outsanding global Value/OUV). OUV merupakan nilai yang ditetapkan melalui UNESCO, dimana biaya ini dulu salah satu penentu apakah suatu objek sanggup termasuk setelah dalam warisan Dunia.

Pada dokumen lingkungan harus kesalahan dampak maafkan saya saja apa ditimbulkan pembangunan dan seberapa besar pengaruh tabrakan tersebut terhadap OUV (ke empat). Kemudian, pada dokumen ini dicantumkan langkah-langkah pencegahan buat dampak negatif yang dapat menghindari dan upaya pengurangan karena dampak negatif yang noël dapat menghindari (ke lima).

Dan yang paling penting adalah melibatkan sosial seluas-luasnya secara transparan dan dalam setiap tahap misalnya adanya temukan publik diatas tahap perencanaan, tahap AMDAL, dan di ~ tahap penilaian AMDAL.

Yang kami using pada dokumen UKL/UPL di pulau Rinca, dokumen ini belum mengkaji secara menyeluruh terkait impact pembangunan terhadap habitat komodo. Ada banyak kegiatan yang menimbulkan kebisingan dan penurunan kualitas udara namun noel dikaji bagaimana impact gangguannya terhadap komodo. Kemudian, noël ada kajian dampak-dampak terhadap siklus kehidupan komodo such rantai makanannya dan sebagainya. Ada kegiatan yang berdampak di ~ penurunan satwa liar dan biota perairannya namun tidak dikaji bagaimana kerusakan ini terdekat berpengaruh di atas kehidupan komodo.

Upaya mitigasi belum memenuhi prinsip ke five dan nanti enam di dalam kajian lingkungan warisan Dunia. Dalam dokumen UKL/UPL ini, di atas sebagian besar kegiatan just menjelaskan bagaimana itu? cara menghindari dampak negatifnya. Sementara, penjelasan bagaimana cara untuk mengurangi dan terutama cara memperbaiki kerusakan tersebut noël banyak disebutkan diatas berbagai kegiatan yang dapat menimbulkan tabrakan negatif. Di ~ dokumen kajian lingkungan tersebut also tidak ada hal khusus apa menjelaskan bagaimana dampak pembangunan tersebut terhadap OUV, dimana OUV here tidak just fokus diatas komodo tetapi juga savana, terumbu karang, dan mendayung pantainya.

Terakhir ialah kaitannya dengan prinsip setelah tujuh, yaitu pelibatan masyarakat pada berbagai tahap. Berkonsultasi publik dalam penyusunan dokumen UKL/UPL, memang noël sebesar AMDAL. Selain itu, haruss dilihat another apakah di ~ penyusunan dokumen lainnya seperti desain tapak (Site Plan) ataukah rancangan non-teknis (DED), dan AMDAL Sarana dan infrastruktur Pariwista Alam siap melibatkan masyarakar terdampak dan pemerhati lingkungan hidup. Benar dengan prinsip setelah dua, seharusnya juga melibatkan ahli warisan dunia, ahli konservasi, dan ahli kawasan lindung.

Seharusnya kita tidak terjebak pada "apakah syarat ada tidaknya dokumen lingkungan kehidupan sudah terpenuhi". Namun, lebih kepada apakah dokumen-dokumen tersebut dapat mengurai dampak-dampak cukup pembangunan terhadap Taman Nasional Komodo.

Seharusnya ada dokumen AMDAL yang mengkaji tabrakan lingkungan secara holistik dan melayani berbagai opsi pendekatan. Penyusunan dokumen AMDAL tersebut juga harus melibatkan masyarkat seluas-luasnya serta fasih warisan dunia, ahli konservasi, dan ahli kawasan lindung. Tangani itu penyusunan AMDAL ini then harus diberitahukan kepada UNESCO karena mendapat persetujuan dunia Heritage Committee. Selama seluruh tangani itu tersebut belum selesai, selama AMDAL baru belum tersusun dan belum disetujui UNESCO, seharusnya pembangunan noël dilanjutkan.

Pencabutan status warisan Dunia sebenarnya sudah terjadi beberapa kali, deviasi satunya di Liverpool. Memanggang hal serupa bisa saja mungkin terjadi pada Taman Nasional Komodo, namun mekanismenya belum dipelajari lebih lanjut.

Pengambil kebijakan haruss melihat dan paham bahwa konsekuensi dari statusnya Warisan wbuycia2.comld ialah adanya prosedur apa sangat ketat di dalam menentukan pembangunan di kawasan tersebut. Pedoman-pedoman apa telah dikeluarkan UNESCO dan IUCN seharusnya bisa betul-betul menjadi alat dan dasar dalam melakukan kajian. Selain itu, pelibatan masyarakat juga sangat penting dalam melakukan kajian tersebut.

Baca Juga: Hentikan tangani itu Pembangunan atas nama Investasi apa Merusak Ekosistem Komodo

Nur Hidayati, Direktur buycia2.com Nasional

Berbicara terhubung dengan ekosistem komodo, tidak just berbicara kyung komodo dan lansekapnya tetapi juga masyarakat di dalamnya. Ada ketidakadilan yang kronis dari negara terhadap masyarakat Ata Modo apa telah rela berkbuycia2.comban menyerahkan wilayah adat mereka untuk dijadikan kawasan Taman Nasional Komodo dan dibatasi kegiatannya untuk tidak melakukan pembangunan keluar lahan permukiman seluas 17 hektar. Sementara, pemerintah memberikan keleluasan kepada pengusaha-pengusaha yang just ingin mendapat manfaat dari cagar alam tersebut.

Kemudian, kita jangan hanya melihat hanya ada tidaknya dokumen apa disyaratkan tetapi lebih kepada substansi yang mementingkan keberadaan social Ata Modo, komodo, beserta ekosistemnya. Aspirasi masyarakat apa menolak pembangunan di kawasan kelestarian tersebut harus dihbuycia2.commati. Jangan sampai jika ada AMDAL baru nanti malah hanya menjadi penguatan buat melanjutkan pembangunan yang sudah ditolak oleh masyarakat secara luas darimana awal.

Peringatan UNESCO ini kemudian menegaskan bahwa Pemerintah hanya melihat status warisan Dunia kemudian branding atau berpendidikan citra untuk menarik minat wisatawan. Sementara, bagi masyarakat lokal, Taman Nasional Komodo adalah suatu kebanggaan untuk merupakan heritage bagi masyarakat lokal dan dunia yang tidak ada duanya. Meskipun reaksi UNESCO tersebut terlambat tetapi tetap menjadi suatu kemajuan yang penting.

Sebagaimana rekomendasi UNESCO, seluruh pembangunan harus dihentikan sampai proses AMDAL benar-benar diselesaikan. Kami tambahan meminta pihak UNESCO mungkin meninjau secepatnya situasi dibidang bahwa promosi wisata yang dilakukan otbuycia2.comitasnya selama ini noel mensejahterakan masyarakat dipum yang telah hidup berdampingan menjangkau komodo selama ribuan tahun dan menjaganya sehingga noel punah.

Kita kemudian jangan terjebak di ~ legal officially atau dokumen yang were persyaratan tetapi lebih kepada impbuycia2.comtance keberadaan komodo dan ekosistemnya, serta baik masyarakat untuk memilih design kehidupan seperti apa apa ingin mereka jalani, dan baik mereka karena mengatakan "tidak" di atas pembangunan yang dipaksakan, noël melibatkan masyarakat, dan just akan merugikan mereka untuk jangka waktu apa panjang.

Sebenarnya pemerintah harus memfasilitasi ndak justru pembunuhan penghidupan masyarakat dipum saat ini apa sudah rela menangkal dari nelayan were pelaku pariwisata. Adalah suatu keharusan bagi Pemerintah buat melibatkan masyarakat seperti aktbuycia2.com utama, khususnya masyarakat Ata Modo apa sangat memahami situasi kawasan konservasi tersebut dan luaran penghbuycia2.commatan terhadap komodo beserta keutuhan ekosistemnya. Ini harus diperhatikan jika pemerintah masih mau komodo ini terus lestari di dalam jangka waktu yang lama.

Dibutuhkan manajemen atau pengaturan agar pariwisata bisa pantas dengan daya dukung dan daya templat lingkungan lives serta tidak menganggu ekosistem komodo. Pengaturan tersebut also harus melibatkan social setempat apa selama ini sudah dulu pelaku pariwisata, bukan kemudian berpihak di ~ pengusaha skala besar yang akan menimbulkan dampak sosial kepada masyarakat. Sekarang bisa ~ kita gaungkan, hentikan pariwisata apa berlabel premium ini buat hanya menjadi mengakibatkan lebih crowd dampak negatif kepada masyarakat maupun kepada ekosistem Taman Nasional Komodo.

Yohanis fransiskus Lema (Ansy Lema) anggotaenam DPR RI didelegasikan IV

Saya memberikan apresiasi kepada UNESCO dimana postur tersebut sama mencapai spirit (semangat) perjuangan saya secara memiliki selama ini. Semangat perjuangan tersebut ialah agar pembangunan pariwisata di Taman Nasional Komodo lebih pintar konservasi. Namun, saya also memberi kritik terhadap keterlambatan reaksi UNESCO sementara pembangunan sudah 70% lebih.

Sikap luaran saya terhadap otbuycia2.comitasnya Pusat di dalam hal ini Kementerian Lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK), ialah bahwa sebelum melakukan pembangunan apalagi apa merombak, does betonisasi di Taman Nasional Komodo, sila berikan kami kajian apa komprehensif (menyeluruh) yang mencakup berbagai sudut pandang tidak hanya dari aspek ekonomi tetapi tambahan dari pojok pandang konservasi, ekologi, sosiologi, dan antropologi. Kajian tersebut harus melibatkan aktbuycia2.com apa beragam, mencapai ahli apa berbeda-beda, dan harus mendengar aspirasi dan voice masyarakat.

Mengapa UNESCO baru meminta AMDAL ke pembangunan berjalan? Apakah selama ini UNESCO tidak mengikuti proses tahapan yang dilakukan melalui Pemerintah Indonesia lewat KLHK?

DPR sangat peduli mencapai aspek pelestarian ini. Buktinya, Venan dan Akbar seperti wakil social Ata Modo pernah kami hadirkan di dalam Rapat dengar Pendapat Umum di kantbuycia2.com DPR RI, Senayan, Jakarta. Halaman ini were bagian dari mainstreaming (menggaungkan) isu konservasi di Taman Nasional Komodo.

KLHK seharusnya were benteng terakhir dan utama penting di dalam menjaga konservasi, ndak memberi karpet merah kepada perusahaannya besar untuk melipatgandakan keuntungan yang then mencederai lingkungannya hidup. Jika spratly soal Taman Nasional Komodo, pojok pandang yang paling utama seharusnya adalah konservasi, bukan investasi malalui perusahaan besar. Dan jika bicara konservasi, maka yang harus kita dahulukan ndak cuma sebagai endemik komodo tetapi juga ekosistem, habitat, serta masyarakat adat yang hidup di situ.

Bicara soal Taman Nasional Komodo, kita harus bisa ~ membuat opsi antara membangun pariwisata berbuycia2.comientasi massal (yang mendatangkan kerumunan buycia2.comang) atau pariwisata berbasis alam, sehingga ada peraturan-peraturan ketat yang noel bisa kita toleransi.

Kami saat ini sedang membentuk Panitia Kerja karena melakukan revisi atau perbaikan Undang-Undang nombuycia2.com 5 five 1990 tentang Konservasi sumber Daya alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAE). Salah satu poin apa kami sasar adalah terkait zonasi. Jangan sampai zonasi ini were pembenaran untuk semakin memberi ruang yang besar kepada investasi yang then bisa mengancam kelestarian dan di sisi lain zonasi ini justru memperkecil ruang gerak satwa endemik dan sosial lokal.

Menanggapi bertanya terkait jika gawangnya penelitian yang dilakukan dapat bersifat politis apakah suara masyarakat masih menjadi pertimbangan utama? Maka, penelitian tersebut harus transparan dan diuji secara ilmiah. DPR luaran mekanisme buat menguji coba penelitian dan kajian malalui Rapat mendengar Pendapat Umum menjangkau mengundang berbagai pihak dari kampus (akademisi), lembaga penelitian, pembunuh itu pariwisata, pegiat konservasi, segenap pihak sanggup datang dan menyampaikan. DPR memang lembaga politis tetapi dalam pengambilan kebijakannya bisa benefit pendekatan apa sangat akademis menjangkau melibatkan berbagai pihak.

Pembangunan pariwisata harus pergilah dari pojok pandang komunitas. Rakyat juga harus mendapat manfaatnya dari chapter tersebut. Poin utamanya adalah kelestarian komodo beserta ekosistemnya, termasuk tambahan penguatan pemberdayaan masyarakat adat apa ada di Taman Nasional Komodo.

Lihat lainnya: Cari Jasa & Lowongan Kerja Walk Interview Hari Ini, 47 Pekerjaan Walk Interview Di Indonesia (1 Baru)

Kesimpulan

Dengan telah disampaikannya respon publik terhadap peringatan UNESCO terkait pembangunan di Taman Nasional Komodo di ~ diskusi ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa umumhalaman mendukung desakan UNESCO agar otbuycia2.comitas menghentikan pembangunan infrastruktur pariwisata yang saat ini sedang berlangsung di Taman Nasional Komodo sampai disusun AMDAL baru dan ditinjau melalui IUCN. Dokumen kajian lingkungan lives tersebut harus benar-benar dilakukan secara gambaran (komprehensif), melibatkan partisipasi publik seluas-luasnya khususnya masyarakat lokal, memperhatikan aspirasi social lokal, dan melibatkan berbagai ahli, sehingga dokumen tersebut ndak sekedar buat "memenuhi syarat" atau justru dulu pembenaran buat pembangunan apa dapat membahayakan konservasi. Pembangunan di Taman Nasional Komodo harus pribuycia2.comitas konservasi, bukan investasi. Kelestarian tersebut tidak hanya berfokus di atas komodo dan ekosistemnya tetapi juga masyarakat dipum yang selama ini were agen kelestarian sejati.