Antara/Ahmad Subaidi. saudagar membungkus cabai rawit yang dijualnya di market Kebon Roek, Ampenan, Mataram, NTB, beberapa waktu lalu.


Kementerian agraris melansir data membuat aneka cabai nasional pada Juli 2021 apa mencatatkan excess hingga 4.439 ton, dari selisih hasil membuat sebanyak 163.293 selang dan kebutuhan sosial sebanyak 158.855 ton.

Anda sedang menonton: Data konsumsi cabai di indonesia

“Hingga Juli itupenggunaan surplus 4.439 ton. Kebutuhan sosial terhadap aneka cabai masih dapat dipenuhi dari hasil untuk membuat di batin negeri,” kata Direktur sayur-mayur dan botani Obat Kementan Tommy Nugraha batin keterangannya di Jakarta, Selasa.

Tommy mengatakan surplus produksi cabai juga telah diantisipasi Kementan dengan tuntutan para stakeholder, baik pengusaha dium dan otoritasnya daerah untuk membantu penyerapan gawangnya petani. Kementan merasa perlu dukungan pemasaran di tingkat pedagang harus ada intervensi pemerintah.

“Kami sudah memastikan untuk membuat cukup sehingga gejolak harga tinggi noël terjadi kembali. Maka penguatan intervensi otoritas di hilir also harus kuat. Kami mohon para petani kita dibantu agar harga noël anjlok,” kata Tommy.

Direktur pengolahan dan Pemasaran gawangnya Hortikultura Bambang Sugiharto also mengatakan kondisi produksi saat ini batin kondisi baik dan surplus.

“Kami mendengarkan ada penurunan harga di pasaran. Karenanya kami dorong agar industri batin negeri dapat menyerap produksi petani. Begitu pula pemda agar also menjaga harga di kadarnya petaninya baik. Kita harus bersama membudaya semangat petani,” ujar Bambang.

Saat ini, Kementan sedang menyiapkan pengangkutan berpendingin karena mengangkut cabai dari lahan dengan kebebasan tanpa pengeluaran kirim. Bahkan untuk pengolahan, Kementan telah memberi bantuan pasca panen bagi petani binaan.

“Kami juga telah bersurat pada melayani terkait di 34 provinsi karena menyerap produk petani. Alokasi anggaran buat bantuan pasca panen juga telah ada, agar kualitas membuat petani terjaga,” jelas Bambang.

Sementara itu relevan adanya impor cabai, Bambang tuhan benar adanya kebutuhan industri buat kategori cabai kering, cabai dihancurkan ataukah ditumbuk, sebanyak 27.851 ton. Namun itu menegaskan cabai impor tersebut ndak jenis cabai segar yang dikonsumsi sosial luas.

Lihat lainnya: Kapan Advance Server Ff Dibuka 9 September, Berikut Panduan Pendaftaran

Berdasarkan data Badan tengah Statistik (BPS), produksi cabai nasional di atas 2020 dengan 2,77 juta ton. Angka ini mengalami peningkatan 7,11 persen dibandingkan di atas 2019.

“Indonesia juga ekspor aneka cabai kok, tahun 2020 dengan senilai US$25,18 juta, naik 69,86 persen atau US$10,36 million dari lima 2019. Bila dibandingkan, nada impor tersebut hanya sekitar 1 persen dari bruto produksi nasional. Karenanya kita ajak industri nasional serap semua cabai petani dium kita,” kata Bambang. (Ant/OL-12)