*
Jika harga negara di jakarta dijadikan bentang alam. Versi interaktif: https://ramdaffe.github.io/landprice/
1 Maret 2017, 21:07

“F, ini ngaco banget, masa kalau pakai data resmi pemerintah, enim sopir taxila di jakarta aja dengan perhitungan 4 million udah tersirat 1% top income se-Indonesia? Masa semua setiap orang kaya?”

“Ya tau personally kualitas data kita. Any much better idea to perform the estimate?”

Masalah terbesar menjadi periset sosio-ekonomi perkotaan amatir di Indonesia bukanlah saat nemu slide jam 9 malam tentang angka ketimpangan, tetapi saat angkanya terasa janggal dan noël masuk akal. Lupakan segenap infografis apa pernah kami lihat sekitar seberapa tragis jurang antara apa kaya dan apa miskin di ibukota: noel ada apa benar-benar tahu, apalagi menyangkut harta dan pemasukan. Harta adalah gosip apa menyebar di grup WhatsApp ibu-ibu kyung tetangga baru yang mobilnya tiga dan anaknya sekolah di Australia, pembayaran adalah halaman tabu yang just staf HR apa tahu.

Anda sedang menonton: Cara mendapatkan uang 5 milyar

Maka, pukul 9 malam, saya dan teman saya menerka-nerka search kebenaran.

#1 Data resmi Pemerintah


*

Seperti yang sudah saya utarakan, lupakan.Kita noël tahu apa-apa.

(To it is in fair, could saja intuisi saya dan crowd periset lain deviasi saat lanskapnya data hanya ada 850 ribu orang di Indonesia apa pengeluarannya lebih dari 4 juta rupiah every bulan)

(I don’t know what to believe anymore, everything is fake news)

#2 Toyota Alphard


*

*

Seperti kata teman saya, mobil ini humble.

Sebenarnya, ini adalah cara yang paling buruk dan judgemental, tapi saya hunian contoh ini karena paling terlihat: MPV mewah ini sepertinya masuk di dalam starter pack keluarga empire di Jakarta yang butuh mobil berkapasitas 7 orang dan slot gara tinggal sisa satu. Di dalam visualisasi di bawah ini, Kangmas Alphard ini ada di kategori 4x2 dengan mesin 2500 atau 3000cc, small dibanding ~500.000 unit mobil apa terjual di kategorinya namun seakan ada dimana-mana saat pulang kantor.


*

*

WOW AVANZA/XENIA much SALES really CARS. Interaction version: http://public.tableau.com/profile/markus.deni#!/vizhome/GKDDomestikMarketbyCategory2016/Dashboard1

Permasalahannya, data apa ada hanyalah tujuan penjualan nasional(200 unit every bulan) dan tujuan penjualan di Jawa Timur (31 unit per bulan). Dengan asumsi yang sangat kasar, saya sampai diatas angka 1.200 unit
1 Milyar every tahun untuk area Jakarta.

Dengan adopsi satu rumah beli satu, ini berarti ada pertambahan kekayaan sebesar setidaknya 1 Milyar karena 1.200 familial di champa setiap tahunnya.


Tapi gue yakin masih dapet dua SMS menyarankan KPR setiap harinya

(tentu saja, asibe ini noel signifikan dibanding Avanza apa rata-rata penjualannya 2.163 unit per bulan di Jakarta dengan harga penjualan 200 juta, yang setia mendatangi setiap saat saya pakai Uber walaupun tetap tidak bisa saya beli)

Tentu saja, noël adil kalau kita hanya melihat berani merakyat ini saja…


The batang chart ns don’t yes, really mind being in. Mercedes-AMG CLS 63 shoot Brake in black, please. Source: http://www.ipsosconsulting.com/pdf/indonesia-automotive-industry-outlook-2020.pdf

…jangan lupakan merk lainnya.

#3 perpajakan Bumi Bangunan

Sebagai angry gen Y mencapai capital minimal apa punya perhitungan cukup untuk menyicil rumah di jakarta coret namun tidak cukup untuk bayar DP, data rumah adalah target detik saya. Tentu saja tidak haruss berkecil hati, karena punya rumah sendiri ukuran apapun di Jakarta, asal berdinding dan beratap, berarti cantik lebih dari 50% (5 million orang) lainnya. Welcome to the real world!


I have actually EVERY appropriate TO adopt TOTALLY man COLORING SCHEME just BECAUSE im AN ANGRY gen Y. Anyway, data source: https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1539

Sebenarnya crowd sumber data soal harga rumah dan tanah. Ada persentase kepemilikan rumah BPS seperti grafik di atas. Ada survey Harga Properti Residensial dari BI. Ada data transaksi properti second apa luarbiasa keren dari Brickz. Bisa tambahan crowdsourcing dateng ke tiap exhibition properti di tiap ITC dan mal lalu bertanya tentang brosur kesamaan mas/mbak agennya. Ok menyertainya ribet.


Lewati advancement booth pura-pura noël tertarik, lalu kepikiran belum punya rumah, lalu diam-diam kembali lagi dan bawa pulang brosur mencapai sebisa mungkin tanpa harus disapa agennya dan meminta kontak WhatsApp.

Masalahnya, segenap sumber data tadi hanya menggambarkan cost properti saat ada transaksi. Bagaimana cara saya bisa memvalidasi kemarahan irasional saya di atas generasi silam saya yang baru lulus sudah bisa beli rumah?

Yang saya temukan, ternyata DKI champa merilis Data Cetak masker PBB 2015 every Kelurahan. No, I have no idea why it’s referred to as cetak masal, but whoa.

Kelurahan Ancol rupanya menyumbang 226 milyar Rupiah dari perpajakannya Bumi Bangunan, tertinggi di Jakarta. Sementara itu, yang terendah menemani itu Kelurahan pulau Tidung mencapai sumbangan perpajakannya sebesar 220 juta saja, mencapai gap sebesar 1000 kali lipat. Kalau dibagi berdasarkan jumlah propertinya, tempat pertama digantikan melalui Gambir (101 juta per objek pajak), tetapi pulau Tidung tetap paling bawah dan bedanya tetap tentang 1000 kali lipat juga. Silakan cari sendiri kelurahan milik mereka di versi interaktif ini buat saya noel tega memvisualisasikannya ke dalam peta.

Implikasinya kala 10–20 rumah di hütte Pinang berharga (baca: untuk menghasilkan pajak) setara seluruh pulau Tidung.

Lalu what hubungannya mencapai harga properti? Kalikan saja mencapai 1.000 untuk dapat perkiraan harga properti aslinya. 5 million per five = properti seharga 5 milyar. Hütte Pinang, rata-rata 17 juta? 17 milyar.


*
Sepotong small tipis di sudut kanan bawah itu pulau-pulau Seribu.

So the awkward point is, i live in hutte Pinang.

Yup. Pojok kiri atas. Paling gede di sampanye Selatan. Tentu saja saja, ini termasuk pondok Indah (karena ponpin itu gibberish indah coret pfft), tetapi usai dipikir-pikir memang harga negara di daerah rumah saya terus naik noel masuk nalar setiap tahunnya. Seberapa sulit usaha saya melabeli diri saya kemudian kelas menengah apa menimbang-nimbang menabung nikah, mobil, dan rumah suburban (pilih dua dari tiga), batin data-data tadi, saya bisa ada di kelas atas.

Saya sanggup saja cherrypicking data yang mendukung self-narration saya tersebut, atau bisa also menerima kenyataan: jakarta bagai mall besar apa lantai basementnya batin sekali dan atapnya tinggi sekali, tetapi setidaknya saya naik eskalator.


There’s a rather substantial research on just how this image advanced over time: https://buycia2.com/
CRA1G/the-evolution-of-an-accidental-meme-ddc4e139e0e4#.2xzj1zckt

Yang lain, jangankan naik tangga, could bahkan dihalangi masuk melalui satpam. Supir menunggu di tempat tunggu supir di basement. SPG dan karyawan room store, seharum apapun, kamar kecilnya koneksi rusak dengan “tamu”.

Lihat lainnya: Tidak Bisa Upload Video Ke Instagram, Gagal Upload Video Instagram

Jadi seberapa kerajaan orang Jakarta?Menurutmu, seberapa kaya kamu seperti orang Jakarta?

Di antara basement dan jadwal mall,kita patuh lupa ada di lantai berapa.