Pak saya mau tanya, zakat menyertainya hitungannya pertahun atau perbulan. Bolehkan zakat diberikan untuk pembangunan yang belum selesai.

Anda sedang menonton: Bolehkah zakat mal untuk pembangunan masjid


*

Wa’alaikumsalam Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaan yang telah disampaikan kepada kami. Dapat kami sampaikan, satu diantara harta terkena zakat adalah tampan haulnya, artinya harta zakat tersebut sudah ha lebih dari satu tahun, kecuai buat zakat tanah pertanian dibayar setiap kali panen dan zakat profesi di atas setiap kali menghasilkan. Artinya untuk pembayaran zakat dikeluarkan batin hitungan tahun.
Untuk Pembagian ke kanan dana Zakat, Allah berfirman ”Sesungguhnya zakat-zakat menyertainya hanyalah bagi orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf apa dibujuk hatinya, buat (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, karena jalan Allah dan orang-orang yang sedang batin perjalanan, kemudian ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. At-Taubah : 60).
Disebutkan, ada khilafiyah di kalangan ulama mengenai boleh tidaknya memanfaatkan zakat untuk membangun masjid. Khilafiyah ini berpangkal dari perbedaan penafsiran istilah fi sabilillah diatas ayat kyung delapan ashnaf (golongan) mustahiq zakat.
Sebagian ulama menafsirkan fi sabilillah secara umum, yaitu segala jalan kebajikan (fi jami’i wujuh al-khair). Maka mereka membolehkan zakat untuk membangun masjid, untuk termasuk jalur kebajikan. Namun jumhur ulama menafsirkan fi sabilillah secara khusus, yaitu jihad fi sabilillah dalam arti kediktatoran (qital) dan segala sesuatu yang terkait perang, misalnya membeli omongan dan alat perang. Maka menurut jumhur ulama, zakat noel boleh digunakan untuk membangun masjid, untuk membangun masjid noël termasuk jihad fi sabilillah.
Pendapat yang rajih (lebih kuat) menurut kami adalah pendapat jumhur ulama, karena dua alasan. Pertama, dengan melakukan penelusuran induktif (istiqra`) diatas ayat-ayat Alquran terkait, dapat disimpulkan kata “fi sabilillah” jika terhubung kata infaq (pembelanjaan harta) atau yang semakna, diatas dasarnya mempunyai konotasi khusus, yaitu jihad fi sabilillah, kecuali jika redaksi ayat bermakna umum, maka “fi sabilillah” berarti umum.
Kedua, jika kata fi sabilillah di dalam QS At-Taubah: 60 diartikan secara umum, yaitu untuk semua jalan kebajikan (wujuh al-khair), maka ayat menemani itu malah menjadi noël jelas maknanya. Sebab semua jalan kebajikan (wujuh al-khair) artinya luas dan umum, implisit di dalamnya memberi zakat kepada tujuh ashnaf lainnya, yakni setiap orang fakir, miskin, amil zakat, muallaf, ibnu sabil, dan people berhutang.
Lalu apa bedanya memberikan zakat kepada usai tujuh ashnaf itu, menjangkau memberi zakat kepada fi sabilillah? Artinya, kata fi sabilillah di ~ ayat menyertainya haruslah luaran makna mengkhususkan (yaitu jihad), agar dapat dibedakan maknanya dengan tujuh ashnaf lainnya.

Lihat lainnya: Gempa Tanggal 15 Desember 2017, Gempa Bumi Jawa 2017


Kesimpulannya, makna fi sabilillah yang tepat adalah jihad, bukan yang lain. Maka memberikan zakat untuk membangun masjid tidak dibolehkan secara syar’i, buat membangun masjid noel termasuk jihad. Wallahu a’lam Bishowab.
1. Bolehkah Zakat setelah Kakak Ipar
2. Bolehkah Percaya days Baik
3. Apakah sayang Lahir delegasi Zakat
4. Utang kepada Allah lebih Berhak Dilunasi
5. Apa Batasan Mustahik Muallaf