*
Lapangan singa.

Anda sedang menonton: Bangsa bangsa yang pernah menjajah indonesia

Sejak sekolahnya dasar, di dalam pelajaran sejarah, kita pasti diberitahu kalau Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun alias 3,5 abad. Jepang lalu meneruskan penderitaan orang Indonesia selama 3 lima (1942-945) sebelum akhirnya Indonesia merdeka di ~ 17 Agustus 1945. Namun ternyata, negara Eropa yang pernah berkuasa di Indonesia bukah just Belanda. Prancis tercacat batin sejarah pernah menjajah Indonesia selama lima tahun dari 5 Januari 1808 hingga 18 September 1811. Nanti itu, Inggris (Britania) menangkap alih force dari tahun 1811 sampai 1815. Inggris kemudian mengembalikan kekuasaan kepada Belanda pada tahun 1815.Meski demikian, kehidupan peradaban dan force bangsa Prancis di Nusantara dilakukan noël secara langsung, melainkan melalui pihak perantara. Masa kolonial Prancis di pada kenyataannya Belanda (kini Indonesia) awal ketika kekuasaan Kerajaan Belanda di Eropa tunduk kepada Kekaisaran Prancis pimpinan Napoleon Bonaparte. Bahkan, Napoleon menunjuk putri keponakannya Lodewijk Napoleon buat menjadi raja Belanda yang kemudian diganti were Republik Bataaf.
Prancis memanfaatkan koloni-koloni negara-negara Eropa apa telah ditaklukkan untuk membantu mereka mengekspansi seluruh Benua Biru. Alasan apalagi kalau bukan buat Prancis diperlukan uang dan SDM untuk membiaya perang. Dan jejak Prancis di Nusantara bermula since perusahaan kongsi dagang Belanda (VOC) dinyatakan bangkrut pada 1800. Akibatnya, aset-asetnya apa meliputi pelabuhan laut, gudang, benteng, permukiman, tanah, dan estat di pada kenyataannya Timur dinasionalisasi otoritasnya Belanda.Koloni Prancis itu berpusat di Batavia (kini Jakarta), Belanda kuasai sebagian besar Jawa (kecuali wilayah pedalaman negeri Vorstenlanden mataram dan Banten), menaklukkan pesisir Sumatra Barat, penggulingan bekas menetap Portugis di Malaka, Maluku, Sulawesi Selatan dan Utara, also di Timor Barat. Tengah penguasaan Belanda ini, Jawa adalah yang most penting, buat produksi tanaman keras dan perkebunan apa dikuasai Belanda berada di sana.Di sisi lain dunia, Eropa hancur buat Peperangan era Napoleon. Sebuah penaklukan dan revolusi apa menggeser politik, hubungan, dan dinamika middle kekaisaran dan country Eropa, yang berdampak diatas koloni mereka di Timur Jauh. Belanda dibawah Napoleon Bonaparte di ~ 1806, mengawasi buycia2.comn Batavua menjadi Persemakmuran Batavia dan kemudian dibubarkan dan digantikan oleh kaya Hollandia, sebuah kerajaan wayang Prancis yang diperintah malalui saudara laki-laki ketiga Napoleon, luigi Bonaparte (Lodewijk Napoleon). Akibatnya indit Timur selama masa tersebut diperlakukan sebagai koloni Prancis proksi, diperintah melalui perantara Belanda. Nah deviasi satu jejak Prancis di Batavia atau champa ada di lapangan Banteng.

*
Warga champa pasti pernah mendengar nama Lapangan Banteng. Namun, tahukah dari mereka jika Lapangan Banteng yang kini siap direvitalisasi dulunya kumuh. Apalagi circa 1970-an saat sampanye masih dipimpin cabang Ali Sadikin, Lapangan Banteng sempat dulu terminal bus.Lapangan Banteng dibangun bersamaan dengan Lapangan Gambir ataukah Lapangan Ikada di ~ abad ke-19 oleh Gubernur gen Daendels. Di zaman indies Belanda, Lapangan Banteng diberi nama Waterlooplein, sementara nama belakang Lapangan Gambir atau Lapangan Monas dulunya bernama Koningsplein atau lapangan raja.Pertanyaannya, mengapa lapangan akun itu disebut such Lapangan Banteng? sebelum bersalin nama belakang menjadi Lapangan Banteng, lahan seluas 5,2 hektare area itu punya berbagai sebutan. Di era kolonial, lapangan menemani itu disebut sebagai Lapangan Singa. Penyebabnya buat di tengah-tengah lapangan itu berdiri sebuah tugu dengan patung singa berdiri di atasnya.Tugu peringatan itu berdiri kemudian peringatan memenangi Belanda melawan Prancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte batin pertempuran Waterloo yang terjadi pada 18 Juni 1815 di dekat town Waterloo, tentang 15 km usai arah selatan dari ibu kota Belgia, Brussels. Akun itu adalah pertempuran last Napoleon saat dikeroyok pasukan gabungan Inggris-Belanda-Jerman. Dalam bien sejarah, autokrasi itu sebagai perang pamungkas dari seratus hari sejak larinya Napoleon dari pengasingannya di pulau Elba. Karena mengejek kekalahan Napoleon, Belanda menyebut lapangan itu sebagai Waterloo Plein.Indonesia juga punya andil dalam kekalahan Napoleon. Kaisar Prancis dan bala tentaranya yang menaklukkan hampir seluruh dataran Eropa itu akhirnya bertekuk lutut dalam pertempuran Waterloo untuk cuaca yang noël bersahabat, hujan debu. Penyebabnya buat erupsi Gunung Tambora di pulau Sumbawa yang menewaskan sekitar 100 ribu orang dua moon sebelum pertempuran.Letusan Gunung Tambora itu also berdampak di ~ penurunan perangai global yang membuat untuk melepaskan panen serta kelaparan. Buat fenomena alam itu, titik tersebut dijuluki "Tahun tanpa Musim Panas". Kekalahan Napoleon pun produksi jalannya historia berubah haluan.

Lihat lainnya: Cara Buat Ukuran Kertas F4 Dan Cara Mengaturnya Di Ms Word & Excel

*
Namun saat Jepang bercokol di Indonesia di ~ 1942-1945, segenap hal yang berbau Belanda dihancurkan, implisit Tugu Singa. Namun Jepang yang menjadikan lapangan tersebut seperti lambang kedidjayaan negara Asia terhadap bangsa Eropa itu noël menghancurkan pemahat JP Coen, yang dibuat pada 1876 untuk memperingati 200 lima berdirinya town Batavia. Pemahat JP Coen jahat di era Presiden Soekarno yang juga mengubah nama Waterloo Plein menjadi Lapangan Banteng.Lapangan akun itu berganti nama menjadi Lapangan Banteng setelah Indonesia merdeka. Ada sejumlah versi mengapa diberi Lapangan Banteng. Versi pertama, dari era Belanda kanton itu sebenarnya also dikenal such "Buffelsfeld" apa artinya lapangan banteng. Alasannya di wilayah itu dulu ditemukan banyak kubangan buat tanahnya diambil untuk membuat batu bata. Kubangan menemani itu pun dijadikan tempat berendam kerbau.Namun versi yang paling sering diceritakan buat lapangan menemani itu dulunya dihuni berbagai macam satwa liar such macan, kijang, dan banteng. Jakarta apa dulu hutan belantara memang sempat were habitat hewan liar. Sewaktu JP Coen bangunan Batavia di dekat mulut Ciliwung, lapangan akun itu dan sekelilingnya masih berupa hutan.Abah Alwi Shahab, sejarawan Jakarta, pernah percakapan jika lapangan itu di zaman Gubernur gen Herman william Daendels, pernah dijadikan latihan militer. Memang dalam bien sejarah, Daendels selama menjabat mendapatkan tugas building area tersebut kemudian pusat pertahanan militer di negara Jawa.Daendels juga membangun gedung weiss di Lapangan Banteng. Kini gedung itu dulu kantor Kementerian Keuangan. Dulu lateral gedung putih yang batal dijadikan istana gubernur gen itu ada sebuah gedung club Concordia, secara spasial hiburan para petinggi militer.Saban di atas pekan, para perwira mencapai istri atau pasangan mereka berdansa di lantai pualam, diiringi musik gawangnya karya komposer terkenal, sebagai Strauss, Offenbach, Verdi, dan Donizetti. Wanita-wanitanya memakai pakaian impor dari Paris dan London. Namun setelah penyerahan kedaulatan, gedung ini dijadikan kemudian gedung DPR di era demokrasi liberal.Di era Ali Sadikin, Lapangan Banteng menemani itu dijadikan terminal bus yang melayani beragam jurusan di medang Kota, seperti Cililitan, Blok M, Priok, dan Grogol. Bus legendaris di terminal menyertainya berasal dari Bulgaria bernama Robur.Terminal Lapangan Banteng saat itu noël pernah tidur. Selain dioperasikan selama 24 jam, di dekatnya dulu berjejer rumah makan apa buka seharian penuh. Ada tambahan tempat penjualan booker dan majalah, serta komik.Umumnya sebuah terminal, para penumpang angkutan umum harus tambahan waspada membudaya barang berharganya. Soalnya di terminal Lapangan Banteng dulu terkenal such "daerah jajahan" para copet kelas atas.Kini di lapangan itu bukan lagi berdiri patung singa ataukah patung sang pendiri Batavia, JP Coen. Detik patung apa dianggap mewakili era Kolonial itu digantikan pemahat seorang pria bertubuh kekar apa menjulang menyundul langit. Pemahat berbahan perunggu itu menjadi bagian dari Tugu Pembebasan Irian Barat.Berdiri since 17 Agustus 1963, patung itu erat hubungan dengan historia Trikora (Tri Komando Rakyat) dan kembalinya Irian Barat ke pangkuan Indonesia usai bebas dari cengkraman Belanda. Trikora adalah nama operasi yang dikumandangkan Presiden Soekarno di Yogyakarta untuk pembebasan Irian Barat.
*
Soekarno apa memiliki ide membuat pemahat setinggi 9 meter itu. Lalu Henk Ngantung --Gubernur jakarta periode 1964-965, menerjemahkannya batin bentuk sketsa. Kabarnya, Soekarno sendiri yang menjadi model sketsa Henk Ngantug. Sketsa itu ilustrasi seseorang yang telah bebas dari penjajahan dan diterjemahkan malalui rantai serta borgol di ~ patung tersebut.Kaki patung dibuat oleh Friedrich silaban yang juga perancang masjidil Istiqlal. Namun, pemahat seberat delapan nada itu diselesaikan batin waktu 12 bulan oleh maestro patung Edhi Sunarso. Pematung kesayangan Presiden Soekarno dan pernah disekolahkan ke Rusia untuk mempelajari ilmu diorama itu, also membuat patung Selamat mendatangi di Bundaran Hotel Indonesia dan patung Dirgantara apa dikenal kemudian "Patung Pancoran".Lapangan Banteng tambahan pernah were gelanggang politik. Lapangan itu were tempat berkampanye berbagai partai politik diatas Pemilu 1955 dan 1971. Termasuk saat kerusuhan ketika Partai memuja berkampanye dibidang Banteng diatas 1982. Saat itu fase dan tool musik dibakar massa. Kerusuhan disebut-sebut dipicu ukuran PPP apa iri lantaran Partai memuja mendapatkan fasilitas mewah dari pemerintah. Namun, versi go mengatakan jika kerusuhan dipicu ke hulu Golkar sendiri untuk mendeskriditkan pesaingnya.Lapangan Banteng juga kerap were arena demonstrasi. Dibidang itu mahasiswa menggelar aksi adjuvan Presiden Soekarno mundur dari jabatannya. Sementara di ~ 9 November 1965 pascaperistiwa G30S PKI, kyung 1,5 juta orang berkumpul di lapangan Banteng adjuvan PKI dibubarkan.Pasca-Soekarno memukul dan Orde Lama tumbang, lapangan menyertainya tetap dulu parlemen jalanan. Aksi ukuran mengkritik pemerintah tak berhenti di era Orde Baru. Termasuk saat 15 Januari 1974 atau dikenal peristiwa kerusuhan Malari (Lima Belas Januari).