Simak ulasan sekitar √ surat Yasin, √ manfaatnya dan keutamaan membaca surat Yasin, √ bacaan surat Yasin arab, latin dan artinya berikut.

Anda sedang menonton: Bacaan surat yasin fadilah arab dan latin


Surat Yasin

Surat Yasin diturunkan di kota Mekah dan dikenal kemudian surat Makiyyah.

*
*
*
*

Surat Yasin “یٰسٓ” adalah surat nanti 36 apa terdiri dari 83 ayat di batin Al Quran. Yaa Sin atau Yaasiin yang lebih dikenal people dengan Yasin.

Surat Yasin ini patuh digunalan sebagai bacaan doa untuk orang yang sedang sakit atau apa sudah meninggal. Konvensional bacaan surat Yasin ini become dipadukan dengan doa Tahlil.

Jadi cantik umum kalau bacaan surat Yasin dipadukan dengan doa Tahlil apa dicetak di dalam 1 booker kecil kemudian panduan selama mendoakan orang yang meninggal. Simak bacaan surat Yasin arab, latin dan artinya berikut.

Bacaan suratnya Yasin Arab, Latin dan Artinya Lengkap

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Ayat 1

يٰسۤ ۚ

Yā sīn.

Artinya : “Ya Sin.”

Ayat 2

وَالْقُرْاٰنِ الْحَكِيْمِۙ

Wal-qur`ânil-ḥakīm.

Artinya : Demi Al-Qur’an yang sepenuhnya hikmah.”

Ayat 3

اِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۙ

Innakâ laminâl-mursalīn.

Artinya : “Sesungguhnya, engkau (hai Muhammad) adalah salah satu dari rasul-rasul yang diutus Allah.”

Ayat 4

عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۗ

‘Alā ṣirāṭim mustâqīm.

Artinya : “(Yang berada) di atas jalan apa lurus.”

Ayat 5

تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِۙ

Tanzīlâl-‘azīzir-raḥīm.

Artinya : “(Sebagai wahyu) apa diturunkan melalui Dzat yang Maha Perkasa lainnya Maha Penyayang.”

Ayat 6

لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَّآ اُنْذِرَ اٰبَاۤؤُهُمْ فَهُمْ غٰفِلُوْنَ

Litunżirâ qaumam mā unżira ābā`uhum fa hum gāfilụn.

Artinya : “Agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, maka mereka lalai.”

Ayat 7

لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلٰٓى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ

laqâd ḥaqqâl-qaulu ‘alā akṡarihim fa hum lā yu`minụn.

Artinya : “Sesungguhnya, notes atau ketentuan (hukuman) Allah pasti berlaku terhadap kebanyakan mereka, karena mereka noel beriman.”

Ayat 8

اِنَّا جَعَلْنَا فِيْٓ اَعْنَاقِهِمْ اَغْلٰلًا فَهِيَ اِلَى الْاَذْقَانِ فَهُمْ مُّقْمَحُوْنَ

Innā ja’alnā fī a’nāqihim aglālan fa hiya ilal-ażqāni fa hum muqmâḥụn.

Artinya : “Sesungguhnya, kita telah memasang belenggu di leher mereka, sampai setelah dagu, untuk itu mereka tertengadah.”

Ayat 9

وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَّمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ

Wa ja’alnā mim baini aidīhim saddaw wa min khalfihim saddan fa agsyaināhum fa hum lā yubṣirụn.

Artinya : “Dan kita jadikan di hadapan mereka sekat atau pembatas (dinding) dan di belakang mereka also sekat, dan kita tutup mata mereka sehingga mereka noël dapat melihat.”

Ayat 10

وَسَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ

Wa sawā`un ‘alaihim a anżartahum âm lam tunżir-hum lā yu`minụn.

Artinya :Dan kemiripannya saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau noel memberi peringatan kepada mereka, mereka noël akan beriman juga.”

Ayat 11

اِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِۚ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَّاَجْرٍ كَرِيْمٍ

Innamā tunżiru mânittaba’aż-żikra wa khasyiyar-raḥmāna bil-gaīb, fa basysyir-hu bimagfiratiw wa ajring kârīm.

Artinya : “Sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah memberi peringatan atau anjuran kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan anjuran yang undang kepada Tuhan yang Maha Pengasih, walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala apa mulia.”

Ayat 12

اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰثَارَهُمْۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْٓ اِمَامٍ مُّبِيْنٍ

Innā naḥnu nuḥyil-mautā wa nâktubu mā qaddamụ wa āṡārahum, wa kullâ syai`in aḥṣaināhu fī imāmim mubīn.

Artinya : “Sesungguhnya, Kamilah apa menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah apa mencatat apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas apa mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh).”

Ayat 13

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلًا اَصْحٰبَ الْقَرْيَةِۘ اِذْ جَاۤءَهَا الْمُرْسَلُوْنَۚ

Waḍrib lahum mâṡalan aṣ-ḥābal-qaryah, iż jā`ahal-mursalụn.

Artinya : “Dan buatlah suatu perumpamaan untuk mereka, yaitu warga suatu negeri, selama utusan-utusan (para Rasul) datang kepada mereka.”

Ayat 14

اِذْ اَرْسَلْنَآ اِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوْهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوْٓا اِنَّآ اِلَيْكُمْ مُّرْسَلُوْنَ

Iż arsalnā ilaihimuṡnaini fa każżabụhumā fa ‘azzaznā biṡāliṡin fa qālū innā ilaikum mursâlụn.

Artinya : “(Yaitu) Ketika kalian mengutus kepada mereka dua rakyat utusan, lalu mereka mendustakan keduanya, kemudian Kami kuatkan mencapai (utusan) apa ketiga, maka ketiga (utusan itu) berkata, “Sesungguhnya, kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.”

Ayat 15

قَالُوْا مَآ اَنْتُمْ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَاۙ وَمَآ اَنْزَلَ الرَّحْمٰنُ مِنْ شَيْءٍۙ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا تَكْذِبُوْنَ

Qālụ mā ântum illā basyarum miṡlunā wa mā ânzalar-raḥmānu min syai`in in antum illā takżibụn.

Artinya : “Mereka (penduduk negeri) menjawab, “Kamu ini noel lain hanyalah manusia kemudian kami, dan (Allah) apa Maha Pengasih noël menurunkan sesuatu apa pun, kamu hanyalah pendusta belaka.”

Ayat 16

قَالُوْا رَبُّنَا يَعْلَمُ اِنَّآ اِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُوْنَ

Qālụ rabbunā ya’lâmu innā ilaikum lamursâlụn.

Artinya : “Mereka berkata, “Tuhan kami mengetahui bahwa kami adalah utusan-utusan(-Nya) kepada kamu.”

Ayat 17

وَمَا عَلَيْنَآ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ

Wa mā ‘alainā illal-bâlāgul-mubīn.

Artinya : “Dan kewajiban kita hanyalah berkomunikasi (perintah Allah) mencapai jelas.”

Ayat 18

قَالُوْٓا اِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْۚ لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهُوْا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِّنَّا عَذَابٌ اَلِيْمٌ

Qālū innā taṭayyarnā bikum, la`il lam tantahụ lanarjumannakum wa layamassannakum minnā ‘ażābun alīm.

Artinya : “Mereka (penduduk negeri) menjawab, “Sesungguhnya kami bernasib malang buat kamu. Sungguh, jika kamu noël berhenti (dari dakwah), niscaya kami ini adalah merajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan apa pedih dari kami.”

Ayat 19

قَالُوْا طَاۤىِٕرُكُمْ مَّعَكُمْۗ اَىِٕنْ ذُكِّرْتُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ

Qālụ ṭā`irukum ma’âkum, a in żukkirtum, bal ântum qaumum musrifụn.

Artinya : “Mereka (utusan-utusan) itu berkata, “Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (Kamu akan celaka? noël mungkin, karena kamu hanya bohong belaka), acibe kamu adalah kaum yang melampaui batas.”

Ayat 20

وَجَاۤءَ مِنْ اَقْصَا الْمَدِيْنَةِ رَجُلٌ يَّسْعٰى قَالَ يٰقَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِيْنَۙ

Wa jā`a min aqṣal-madīnati râjuluy yas’ā qāla yā qaumittabi’ul-mursâlīn.

Artinya : “Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki mencapai bergegas itu berkata, “Wahai kaumku! Ikutilah para utusan-utusan itu.”

Ayat 21

اتَّبِعُوْا مَنْ لَّا يَسْـَٔلُكُمْ اَجْرًا وَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ ۔

Ittabi’ụ mal lā yas`alukum ajrâw wa hum muhtâdụn.

Artinya : “Ikutilah rakyat yang tidak meminta upah kepadamu, dan mereka adalah orang-orang apa memperoleh petunjuk.”

Ayat 22

وَمَا لِيَ لَآ اَعْبُدُ الَّذِيْ فَطَرَنِيْ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

Wa mā liya lā a’budullażī faṭaranī wâ ilaihi turja’ụn.

Artinya : “Dan noël ada alasannya bagiku untuk tidak pemujaan kepada (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu (semua) menjadi dikembalikan.”

Ayat 23

ءَاَتَّخِذُ مِنْ دُوْنِهٖٓ اٰلِهَةً اِنْ يُّرِدْنِ الرَّحْمٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْـًٔا وَّلَا يُنْقِذُوْنِۚ

A attakhiżu min dụnihī ālihatân iy yuridnir-raḥmānu biḍurril lā tugni ‘annī syafā’atuhum syâi`aw wa lā yungqiżụn.

Artinya : “Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika Dzat apa Maha Pengasih menghendaki wabah terhadapku, pasti pertolongan mereka noël berguna sama terlalu banyak bagi diriku dan mereka (juga) noël dapat menyelamatkanku.”

Ayat 24

اِنِّيْٓ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

Innī iżal lafī ḍâlālim mubīn.

Artinya : “Sesungguhnya jika demikin, pasti aku berada dalam kesesatan apa nyata.”

Ayat 25

اِنِّيْٓ اٰمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُوْنِۗ

Innī āmantu birâbbikum fasma’ụn.

Artinya : “Sesungguhnya aku beriman kepada Tuhanmu (Allah), maka dengarkanlah (perkataan)-ku, sebagai saksi overhead imanku.”

Ayat 26

قِيْلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۗقَالَ يٰلَيْتَ قَوْمِيْ يَعْلَمُوْنَۙ

Qīladkhulil-jannah, qāla yā laita qâumī ya’lamụn.

Artinya : “Dikatakan (kepadanya), “Masuklah Kamu nanti surga.” itu (laki-laki itu) berkata, “Alangkah baiknya kalau kaumku mengetahui.”

Ayat 27

بِمَا غَفَرَ لِيْ رَبِّيْ وَجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُكْرَمِيْنَ

Bimā gafara lī rabbī wa ja’alanī minal-mukramīn.

Artinya : “Apa yang menyebabkan Tuhanku telah mengampuni dan menjadikan Aku tersirat orang-orang apa telah dimuliakan.”

Ayat 28

 وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى قَوْمِهٖ مِنْۢ بَعْدِهٖ مِنْ جُنْدٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِيْنَ

Wa mā anzalnā ‘alā qâumihī mim ba’dihī min jundim minâs-samā`i wa mā kunnā munzilīn.

Artinya : “Dan Kami noël menurunkan atas kaumnya sesudah dia (meninggal dunia) suatu pasukan dari thiên dan Kami noel perlu menurunkannya.”

Ayat 29

اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ خَامِدُوْنَ

Ing kānat illā ṣaiḥataw wāḥidatân fa iżā hum khāmidụn.

Artinya : “Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan mencapai satu teriakan saja, maka seketika itu binasalah mereka.”

Ayat 30

يٰحَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِۚ مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ

Yā ḥasratan ‘alal-‘ibād, mā ya`tīhim mir rasụlin illā kānụ bihī yastahzi`ụn.

Artinya : “Alangkah terlalu tinggi penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang Rasul kepada mereka, mereka always mentertawakannya.”

Ayat 31

اَلَمْ يَرَوْا كَمْ اَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِّنَ الْقُرُوْنِ اَنَّهُمْ اِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُوْنَ

A lâm yarau kam ahlaknā qablahum minal-qurụni annâhum ilaihim lā yarji’ụn.

Artinya : “Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka apa telah kami binasakan. Sebetulnya orang-orang (yang telah kalian binasakan) itu noel ada yang bagian belakang kepada mereka.”

Ayat 32

وَاِنْ كُلٌّ لَّمَّا جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ

Wa ing kullul lammā jamī’ul ladainā muḥḍarụn.

Lihat lainnya: Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri Beserta Artinya, Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri Dan Keluarga

Artinya : “Dan setiap (umat), alles akan dihimpun dan dihadirkan kepada Kami.”

Ayat 33

وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الْاَرْضُ الْمَيْتَةُ ۖاَحْيَيْنٰهَا وَاَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُوْنَ

Wa āyatul lahumul-arḍul-maitatu aḥyaināhā wa akhrajnā min-hā ḥabban fa min-hu ya`kulụn.

Artinya : “Dan suatu tanda tinggi Allah bagi mereka adalah bumi yang sekarat (tandus). Kalian hidupkan (suburkan) bumi itu dan kita keluarkan biji-bijian, maka dari (biji-bijian) menemani itu dapat mereka makan.”

Ayat 34

وَجَعَلْنَا فِيْهَا جَنّٰتٍ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّاَعْنَابٍ وَّفَجَّرْنَا فِيْهَا مِنَ الْعُيُوْنِۙ